SAKYAMUNI BUDDHA

SAKYAMUNI BUDDHA

SAKYAMUNI BUDDHA / BUDDHA GAUTAMA Siddhartha Gautama ( 623 SM…

SAKYAMUNI BUDDHA /

BUDDHA GAUTAMA

Siddhartha Gautama ( 623 SM - 543 SM) adalah seorang pangeran dari Kerajaan Sakya di Lumbini ( sekarang Nepal ) yang melepaskan kemewahan duniawi untuk mencari akhir dari penderitaan manusia. 

Setelah mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi, ia dikenal sebagai Sakysmuni Buddha / Buddha Gautama dan mendirikan ajaran / agama Buddha (Buddhisme), yang berfokus pada jalan tengah, meditasi, dan kebijaksanaan. 

KELAHIRAN : 

Siddhartha Gautama lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 SM, putra dari Raja Suddhodana Gautamadan Ratu Maya Dewi.

RAMALAN : 

Saat lahir, seorang pertapa meramalkan bahwa ia akan menjadi raja diraja atau guru spiritual yang tercerahkan.

MASA MUDA : 

Raja Suddhodana Gautama, yang ingin anaknya menjadi raja, mengisolasi Siddhartha Gautama dalam kemewahan istana untuk melindunginya dari penderitaan duniawi.

PERNIKAHAN : 

Ia menikah dengan Putri Yasodhara pada usia 16 tahun dan memiliki seorang putra bernama Rahula. 

EMPAT PERISTIWA & PELEPASAN AGUNG :

Siddhartha melihat empat pemandangan yang mengubah pandangannya tentang kehidupan: 

* orang tua

* orang sakit

* mayat

* seorang pertapa yang tenang

PENCARIAN KEBENARAN : 

Sadar bahwa hidup dipenuhi penderitaan, ia meninggalkan istri, anak, dan takhtanya pada usia 29 tahun untuk menjadi pertapa. sampai mencapai Pencerahan dan Menjadi Buddha.

PERTAPAAN EXTREM : 

Selama enam tahun, ia berguru dan melakukan penyiksaan diri, namun tidak menemukan jawaban.

JALAN TENGAH : 

Ia menyadari bahwa penyiksaan diri bukan jalan yang benar, dan mengadopsi "Jalan Tengah" (medium way).

Mencapai Pencerahan: Pada usia 35 tahun, ia bermeditasi di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, India, dan mencapai Pencerahan Sempurna, menjadi seorang Buddha (Yang Tercerahkan). 

KOTBAH PERTAMA : 

Buddha menyampaikan ajaran pertamanya mengenai Empat Kebenaran Mulia di Taman Rusa Isipatana, Benares.

PENYEBARAN DHARMA : 

Selama 45 tahun, ia menyebarkan ajarannya tentang cinta kasih, welas asih, dan penghapusan penderitaan.

PARINIRWANA ( WAFAT ) :: 

Buddha Gautama parinirwana ( wafat ) dalam posisi tidur miring ke kanan pada usia 80 tahun di Kusinara. 

Setelah wafatnya, ajarannya dihimpun dalam Kitab Suci Tripitaka ( Tiga Keranjang ) yang terdiri dari 

1. Vinaya Pitaka (aturan disiplin)

2. Sutta Pitaka (khotbah)

3. Abhidharma Pitaka (filsafat).