Filosofi Perayaan Onde (Ronde) / Tang Ceh (Dongzhi): Makna, Tradisi, dan Fleksibilitas
Perayaan Onde (atau Ronde), yang dikenal juga sebagai Dongzhi / Tang Ceh, merupakan tradisi penting untuk menyambut datangnya musim dingin.
Secara astronomis dan kultural dalam tradisi Tiongkok, terdapat empat pergantian musim utama:
- Musim Semi: Saat Xin Nian / Imlek (Sin Cia)
- Musim Panas: Saat Qing Ming / Ceng Beng
- Musim Gugur: Saat Zhongqiu Jie / Tiong Ciu Pia (Festival Kue Bulan)
- Musim Dingin: Saat Dongzhi / Tang Ceh
1. Simbol Keseimbangan Yin & Yang
Secara tradisional, ronde yang disajikan berwarna merah dan putih. Dua warna ini melambangkan prinsip Yin dan Yang, seperti yang diajarkan oleh Maha Guru Laozi (Lao Tze / Locu).
Dalam kehidupan, fenomena selalu hadir dalam dua kutub yang saling berpasangan dan melengkapi:
- Hitam & Putih
- Positif & Negatif
- Lemah & Keras
- Muda & Tua
- Baik & Buruk
- Pria & Wanita
- Sedih & Gembira
- Perpisahan & Pertemuan
Hal ini selaras dengan ajaran Buddha Sakyamuni mengenai sifat kehidupan yang Dukkha (ketidakpuasan/penderitaan) dan Anicca (ketidak-kekalan).
- Tidak ada manusia yang 100% sempurna: Di dalam area putih selalu ada titik hitam (potensi kesalahan).
- Tidak ada manusia yang 100% jahat: Di dalam area hitam selalu ada titik putih (sisi kebaikan).
2. Syukuran Penutup Tahun & Perhitungan Usia
Perayaan Dongzhi tidak hanya menjadi penanda puncak musim dingin, tetapi juga merupakan persiapan menyambut datangnya Musim Semi serta pergantian tahun Imlek. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengucap syukur kepada Tian / Ti Kong / Tao / Tuhan / Alam Semesta atas rezeki sepanjang tahun dan memanjatkan doa agar tahun depan menjadi lebih baik.
Dalam filosofi Timur, perhitungan umur tidak hanya mengacu pada tanggal lahir di KTP, melainkan perhitungan usia shio—sebab kehidupan seseorang sudah dimulai sejak 9 bulan di dalam rahim ibu. Oleh karena itu, perayaan Dongzhi sering disebut juga momen "makan tahun" (penambahan usia).
3. Pelaksanaan Sembahyang & Menu Persembahan
Pada saat bersembahyang, umumnya digunakan 1 atau 3 batang hio merah:
- 1 Batang Hio: Simbol Keesaan Tian / Ti Kong / Tao / Tuhan / Alam Semesta.
- 3 Batang Hio: Melambangkan Tiga Unsur Utama:
- Tian (Langit) – Di/Te (Bumi) – Ren/Jin (Manusia/Makhluk)
(atau Tian – Di – Sui / Air)
Selain sajian utama Onde/Ronde, persembahyang Tang Ceh dapat dilengkapi dengan:
- Buah-buahan (5 jenis): Simbol dari 5 Unsur / Elemen (Wu Xing).
- Air / Teh / Arak: Simbol kerendahan hati.
- Bunga: Simbol ketidak-kekalan (Anicca).
- Manisan: Simbol kelakuan dan perbuatan baik yang manis.
4. Tradisi yang Praktis & Pragmatis
Secara tradisi, jumlah ronde yang dimakan adalah sejumlah umur + 1. Namun, bagaimana jika seseorang sudah berusia lanjut (misalnya 85, 92, atau 99 tahun)?
Tentu tidak perlu dipaksakan, karena jumlah tersebut hanyalah simbolis. Penyesuaian porsi dapat dilakukan secara bijak, seperti:
- 8 ronde merah + 5 ronde putih
- 9 ronde merah + 2 ronde putih
- 9 ronde merah + 9 ronde putih
Bahkan jika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk mengonsumsinya, cukup dengan menghirup aromanya saja.
Seiring perkembangan zaman, ronde kini hadir dalam beragam warna dan tidak wajib dibuat sendiri—membeli yang sudah jadi pun sama sekali tidak mengurangi makna persembahyang. Tradisi selayaknya dijalankan dengan rasa syukur, praktis, dan tanpa memberatkan.
Ayo makan Onde / Ronde.
Admin

