Catatan sejarah dan penjelasan mengenai pergerakan Tridharma (San Jiao / Sam Kauw) di Nusantara serta kaitannya dengan Agama Buddha:
1. Tokoh Pelopor Tridharma di Nusantara
Kwee Tek Hoay / Guo De Hoay (31 Juli 1886 – 4 Juli 1952) merupakan pelopor pergerakan Tridharma di Nusantara. Beliau mendirikan Sam Kauw Hwee (Perkumpulan Tiga Agama) pada Maret 1934 di Batavia serta menerbitkan Madjalah Sam Kauw Gwat Po (1934–1950).
Cita-Cita Kwee Tek Hoay Mendirikan Sam Kauw Hwee:
A. Pengajaran Tridharma: Memberikan pemahaman ajaran Tridharma agar umat menjadi warga masyarakat yang berguna bagi sesama dan lingkungan. Ajaran ini mencakup:
• Agama Buddha Mahayana
• Ajaran Ru / Ji (Khonghucu / Kongzi)
• Ajaran Dao / Tao (Laozi / Tay Sang Lao Jun)
• Budaya Tionghoa sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
B. Mencegah Kristenisasi: Menahan laju pembentukan himpunan misionaris Barat pada era colonial (1920–1945) di kalangan warga Tionghoa.
C. Memajukan Pendidikan: Meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda guna memperbaiki taraf hidup.
2. Sedangkan Pergerakan Tridharma ( San Jiao / Sam Kauw ) di Tiongkok menurut Judith A. Berling dalam Disertasi ( Program Doktor ) yang diterbitkan oleh Columbia University Press, USA ( Amerika ) adalah :
A. Puncak Perkembangan (Dinasti Tang, 618–907 M): Agama Buddha Mahayana diterima secara luas hingga mengalami akulturasi harmonis dengan ajaran Ru/Ji (Khonghucu) dan Dao/Tao.
B. Konsep San Jiao He Yi (Dinasti Ming, 1517–1598 M): Lin Chao En mendirikan Sekolah Tridharma dengan prinsip San Jiao He Yi (三教合一) atau "Harmoni Tiga Ajaran Menjadi Satu".
C. Wujud Akulturasi Tradisi dan Hari Raya:
• Sin Cia / Xin Nien: Tahun Baru Imlek.
• Sembahyang Tian / Tikong: Sembahyang Tebu (Cia Gwe Ce Kauw).
• Cap Go Meh: Malam bulan purnama pertama (hari ke-15 bulan 1 Imlek).
• Qing Ming / Ceng Beng: Ziarah kubur (4–5 April).
• Duan Wu / Peh Cun: Sembahyang persembahan bacang.
• Sembahyang Cit Gwe / Qi Yue: Penghormatan dan bakti kepada leluhur (tanggal 1–14).
• Sembahyang Cioko: Sembahyang rebutan/rampas untuk arwah terlantar (tanggal 15–30).
• Tiong Ciu / Zhun Ciu: Festival Pertengahan Musim Gugur (kue bulan).
• Tang Ce / Dong Zhi: Festival Musim Dingin (wedang ronde).
• Sembahyang Rutin: Setiap tanggal 1 (Ce It / bulan baru) dan tanggal 15 (Cap Go / bulan purnama).
3. Kedudukan Tridharma dan Mazhab Agama Buddha
Secara doctrinal, mazhab utama Agama Buddha terdiri dari Theravada dan Mahayana (termasuk Tantrayana). Tridharma secara teologis bukan merupakan bagian dari mazhab Agama Buddha. Namun, karena perkembangan sejarah sejak 1934, Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI mengategorikan Tridharma sebagai salah satu aliran/kelompok Agama Buddha di Indonesia.
Keterkaitan Bhikkhu Narada, Ashin Jinarakhita, dan Tradisi Tridharma
1. Pada tahun 1934, Bhikkhu Narada dari Srilanka mendapat undangan ceramah ke Singapura dengan berlayar via kapal laut.
2. Untuk menghemat biaya maka Kwee Tek Hoay juga ikut nebeng mengundang Bhikkhu Narada tersebut guna memberikan bimbingan Dharma.
3. Sikon Tiongkok pada masa itu terjadi kekacauan karena perang saudara dengan Taiwan sehingga tidak memungkinkan untuk mendatangkan Bhikshu / Bhikshuni dari Tiongkok dan Taiwan.
4. Pada tahun 1952, Ketua GSKI ( Gabungan Sam Kauw Indonesia ) adalah The Boan An.
5. The Boan An pada akhirnya menjadi Bhikkhu dengan nama Ashin Jinarakhita alias Sukong dan akhirnya mengundurkan diri sebagai Ketua GSKI.
6. Karenanya tidak heran maka umat Tridharma ( San Jiao ) selain belajar membaca Liam Keng ( Hokkian ) dan Mantra ( Sansekerta ) juga belajar membaca Paritta ( Pali ) dengan irama Srilangka. Bukan irama Thailand / Bangkok.
7. Maka sepintas ada kemiripan nada / irama Paritta ( Pali ) yang dibacakan oleh Komunitas Buddhayana dan Komunitas Tridharma ( San Jiao / Sam Kauw ).
4. Kemandirian Organisasi Tridharma di Indonesia
Organisasi Tridharma di Indonesia bersifat independen dan tidak menginduk ke negara luar (seperti Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dll.). Tridharma Indonesia memiliki struktur dan perangkat keagamaan tersendiri, seperti:
• Pandita (Pemimpin upacara/ibadah)
• Dharmaduta (Juru penerang ajaran)
• Dharmacaraka (Pengasuh Sekolah Minggu dan pembina remaja)
• Tata Cara Ibadah dan Liturgi Mandiri
Tks
🙏🙏🙏
Admin

