Selalu ada pihak yang mempertanyakan knapa koq 3 agama (Khong Hu Cu, Buddha Mahayana, Tao) bisa jadi satu di dalam Tridharma atau Sam Kauw Hwee ???
Trus umat Tridharma itu identitas KTP nya tertulis ber agama apa ?
Hehehehehe....
Kebanyakan umat Tridharma di Indonesia di KTP nya tertulis beragama Buddha,
Ada Juga sebagian kecil yang tertulis ber Agama Khong Hu Cu atau Aliran Kepercayaan. Dan tidak ada yang tercatat sebagai beragama Tao karena UU Kependudukan belum memungkinkan hal tersebut.
Kalo di luar negeri maka KTP tersebut tidak ada kolom agama.
Tentu saja untuk menjawab pertanyaan yang pertama tersebut di atas maka tidak bisa melihat dan memahami perjalanan sejarah keberadaan orang Tionghoa secara singkat.
Tahun 67 Masehi
Agama Buddha Theravada masuk pertama kali ke Tiongkok pada tahun 67 Masehi.
Setelah mengalami lika-liku perjalanan panjang selama hampir 450 tahun maka baru lah Agama Buddha mendapat penerimaan yang luas yaitu setelah pada tahun 520M Bhiksu Bodhi Dharma (Tat Mo Co Su / Da Mo Zhu Shi) menyebarkan Agama Buddha Mahayana di Tiongkok dan mencapai puncak nya pada zaman kekaisaran Dinasti Tang (618M - 906M).
Bhiksu Xuan Zang (596M - 664M) ke Nalanda India untuk menyalin Kitab Suci dari bahasa Sansekerta ke Mandarin.
Setelah zaman Dinasti Tang maka Agama Khong Hu Cu, Agama Tao dan Agama Buddha Mahayana berjalan berkembang bersamaan secara alamiah dan natural dan mendapatkan penerimaan secara berbarengan di masyarakat awam sebagai umat awam.
Kendati dalam perjalanan sejarah masih ada percikan dan persinggungan antar ketiga kelompok agama tersebut namun akhirnya umat / masyarakat memeluk, memahami dan menghayati ajaran Sam Kauw / Tridharma dalam keseharian hingga akhirnya banyak masyarakat Tionghoa yang berdiaspora / mengembara ke berbagai belahan dunia dengan membawa serta budaya dan kepercayaan / keimanannya tersebut.
Di altar utama Wihara Buddhis Mahayana terdapat Kimsin Sakyamuni Buddha yang diapit oleh 2 siswa utama yaitu Yang Arya Ananda dan Yang Arya Mahakasyapa.
Y.A. Ananda bersikap anjali.
Y.A. Mahakasyapa bersikap Soja.

Dalam ikonografi Mahāyāna, Ānanda sering digambarkan mengapit Buddha di sisi kanan, bersama dengan Mahākāśyapa di sisi kiri. Kuil Taman Surga [zh] di Shantou, Cina.
Y.A. Mahakasyapa bersikap Soja tersebut sebagai simbol dan inisiasi bahwa perkembangan Agama Buddha Mahayana itu amat mengapresiasi budaya dan agama yang sebelumnya sudah berkembang di Tiongkok.
Umat mempelajari dan memahami Ajaran Sam Kauw / Tridharma dengan bersumber dari kitab suci nya masing masing dan tidak dicampur aduk yaitu :
Shi Su Wu Jing / Su Si Ngo Keng, Tripitaka, Dao De Jing / To Te Keng
Setelah memahami ajaran Sam Kauw maka terjadilah sinkretisme dalam praktek kehidupan keseharian di keluarga dan masyarakat.
Praktek aplikasi ajaran Sam Kauw tersebut menjadi The Way of Thinking dan The Way of Life yang tercermin pada berbagai macam upacara dan ritual yang dilaksanakan seperti :
01. Sin Cia / Xing Nien
02. Cap Go Meh
03. Ceng Beng / Qing Ming
04. Peh Cun
05. Cit Gwe / Qi Yue
06. Cioko / Chau Tu
07. Tiong Ciu / Zhong Qiu
08. Peh Cun / Dong Zhi
09. Sembahyang Meja Abu Leluhur
10. Sembahyang Kematian
11. Sembahyang Perkawinan
Persembahyangan :
01. Keng Ti Kong / Cia Gwe Ce Kauw
02. Cau Kun Kong / Dewa Dapur
03. Ji Gwe Cap Go / Sejid Lao Zi
04. Waisak dan Asadha
05. Kuan im
06. Khong Hu Cu / Pe Gwe Ji Cit
07. Kwan Kong
08. Hok Tek Ceng Sin
09. Kongco / Makco (Sin Beng / Sen Ming) lain
10. Ce it dan Cap Go
UPACARA DUKA
Bila ada umat yang meninggal maka biasanya Rohaniwan dan atau Pengurus memberi pelayanan kedukaan meliputi pembacaan doa perpisahan / Ce Bun dan Liam Keng (Paritta dan Mantra) saat :
01. Jit Bok (Tutup Peti)
02. Mai Song (Malam Kembang)
03. Cut Soa (Berangkat ke makam / kremasi)
04. Menghitung Pe Ji / Ba Zi
05. Menghitung Hong Sui / Feng Shui makam.
UPACARA PERKAWINAN
Rohaniwan dan Pengurus juga memberi pelayanan kepada umat yang akan melangsungkan upacara perkawinan secara Sam Kauw hingga mendapatkan Surat Akta Nikah dari Kantor Catatan Sipil di Pemda Kabupaten / Walikota.
Tentu saja Upacara Perkawinan tersebut berdasarkan Ritual Tata Cara Sam Kauw dan bukan Ritual Agama Buddha / Agama Khong Hu Cu / Agama Tao.
Demikian juga Upacara Kebaktian Rutin Mingguan adalah menggunakan Tata Cara Ibadah Kebaktian Secara Sam Kauw dan bukan Tata Cara Ritual Agama Buddha / Agama Khong Hu Cu / Agama Tao.
Organisasi Sam Kauw Hwee didirikan pada tahun 1934 oleh Kwee Tek Hoay (1886 - 1952) di Batavia jauh sebelon NKRI merdeka 1945.
Secara kelembagaan organisasi Sam Kauw / Tridharma terdaftar di Direktorat Jenderal Bimas Buddha, Kementerian Agama RI.
🙏🙏🙏
Admin

