Tanzi Mencari Susu Rusa

Kisah dari 24 Anak Bakti / Ji Si Hauw /…

Pada Zaman Musim Semi dan Gugur di Tiongkok kuno, hiduplah seorang pemuda yang sangat berbakti bernama Tanzi (Tuan Muda Tan). Suatu ketika, kedua orang tuanya terserang penyakit mata yang parah. Menurut tabib, satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan mereka adalah susu rusa murni. Sayangnya, keluarga Tanzi sangat miskin, sementara susu rusa adalah barang langka yang harganya teramat mahal. Di tengah keputusasaannya saat berjalan di pegunungan, Tanzi melihat sekelompok rusa. Melihat anak-anak rusa yang menyusu dengan bebas pada induknya, sebuah ide nekat namun cerdas muncul di benaknya.

Keesokan harinya, Tanzi menyamar dengan mengenakan kulit rusa lengkap dengan kepala, ekor, dan bulunya. Sambil membawa ember, ia menyelinap ke dalam kawanan rusa di padang rumput. Ia meniru semua gerakan anak rusa; ikut berlari saat mereka berlari, dan ikut berdiri saat mereka merumput. Ketika anak-anak rusa mulai menyusu, Tanzi pun ikut memerah susu dari induk rusa. Bedanya, susu tersebut tidak ia minum, melainkan dimasukkan ke dalam embernya. Berkat penyamaran yang cerdik ini, ia berhasil membawa pulang susu rusa segar setiap hari demi kesembuhan mata orang tuanya.

Namun, bahaya besar mengintai di balik penyamaran tersebut. Suatu hari, kawanan rusa tiba-tiba lari ketakutan karena kedatangan seorang pemburu bersenjata panah. Sebelum sang pemburu melepaskan anak panahnya ke arah Tanzi yang dikira rusa sungguhan, Tanzi segera berdiri, membuka jubah kulit rusanya, dan berteriak, "Saya manusia, bukan rusa! Jangan memanah!" Pemburu itu sangat terkejut dan hampir tidak percaya. Setelah mendengar cerita Tanzi tentang perjuangannya demi mengobati orang tuanya, sang pemburu merasa sangat tersentuh. Ia pun mengagumi keberanian Tanzi dan mengawalnya pulang dengan selamat.

Pesan moral:

Bakti yang tulus kepada orang tua akan melahirkan keberanian, kreativitas, dan pengorbanan tanpa batas demi kebahagiaan mereka.

🙏🙏🙏
Admin