Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
PATUNG SINGA
DI DEPAN PINTU UTAMA RUMAH
Ketika kita mengunjungi bangunan-bangunan bercorak Tionghoa, sering kali kita menemukan ada sepasang patung berbahan batu berbentuk Singa yang diletakan pada gerbang depan ketika akan memasuki bangunan, seperti di gerbang Kelenteng, kerajaan bercorak Tionghoa, rumah-rumah Tionghoa, dll.
Bahkan penggunaan sepasang patung Singa ini juga sering kali ditemukan pada daerah Chinatown (Pecina’an), atau daerah lain dengan mayoritas masyarakat Tionghoa seperti Pantai Indah Kapuk (PIK), Glodok, dll.
Sepasang patung Singa ini disebut Singa batu (Hanzi: 石狮子; Pinyin: shíshīzi) yang terdiri dari Singa jantan dan betina,
Patung Singa Batu jantan digambarkan membawa bola dengan kaki depan sebelah kanan yang melambangkan pengawasan serta penjagaan atas dunia.
Sedangkan,
Patung Singa Batu Betina digambarkan sedang mengasuh anaknya pada kaki depan kiri, ini melambangkan mengasuh serta melindungi anak-anaknya.
Sepasang patung ini kemudian memiliki arti yang melambangkan kekuatan, keberanian, martabat, dan kewibawaan.
Sepasang patung Singa ini juga dapat melambangkan kedudukan atau jabatan yang dipegang sang pemilik bangunan.
Demikian arti dari sepasang patung Singa yang ada pada bangunan bercor
Singa merupakan binatang yang memiliki arti penting bagi bangsa Tiongkok. Sepasang patung singa, jantan dan betina, sering terlihat di depan gerbang bangunan-bangunan tradisional oranf Tionghoa.
Sang jantan berada di sebelah kiri ( Yang ) dengan cakar kanannya berada di bola, dan sang betina di sebelah kanan ( Im ) dengan cakar kirinya membelai anak singa.
Singa dianggap sebagai raja dari para binatang, yang juga melambangkan kekuatan dan pengaruh.
Bola yang berada pada patung singa jantan melambangkan kesatuan seluruh negeri, dan anak singa pada patung singa betina merupakan sumber kebahagiaan.
Patung singa juga digunakan untuk menunjukkan peringkat atau kedudukan seorang pejabat negara dengan melihat jumlah gundukan yang diperlihatkan oleh rambut keriting pada kepala singa.
Rumah dari pejabat tingkat satu memiliki 13 gundukan dan jumlah itu menurun satu gundukan setiap turun satu peringkat.
Pejabat dibawah tingkat tujuh tidak diperbolehkan memiliki patung singa di depan rumah mereka.
Yang sangat menarik adalah singa bukanlah binatang asli dari negeri Tiongkok.
Ketika Kaisar Zhang (汉章帝) dari Han Timur memerintah pada A.D. 87, Raja Parthia mempersembahkan singa kepada sang kaisar. Singa lainnya dipersembahkan oleh sebuah negara di daerah tengah asia pada tahun berikutnya.
Patung singa pertama kali dibuat pada permulaan Dinasti Han Timur.
Adanya patung singa pada jembatan juga merupakan sebuah hal yang umum. Sebuah jembatan terkenal, Lugouqiao, dibangun dari A.D. 1189 sampai A.D. 1192 memiliki patung-patung singa yang berjumlah sekitar 498 sampai 501.
Sebuah pepatah terkenal berbunyi “Singa dari Lugouqiao tidak terhitung banyaknya”.
Tx
🙏🙏🙏
Admin

