TRADISI MALAM SIN CIA / XIN NIAN / KUO NYAN

Rangkaian awal perayaan Sin Cia / Xin Nian / Kuo…

Rangkaian awal perayaan Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan sudah dimulai saat perayaan Dongzhi / Tangce (Onde / Ronde). Setelah perayaan Dongzhi / Tangce / Onde (Ronde) usai, berarti komunitas Tionghoa bersiap-siap merayakan Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan.

Ada beberapa mitos perayaan Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan yang sebenarnya cuma mitos yang enggak perlu diikuti. Tradisi menyambut Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan tersebut harus disambut dengan rasa syukur dan gembira.

Saran & Pandangan Praktis:

  1. Jangan nunggu Sin Cia / Xin Nian. Kalau bisa dan sempat, maka sebaiknya bersihkan rumah setiap hari / sehari 2x.
  2. Jangan tunggu Sin Cia / Xin Nian. Setiap hari masak apa pun oke, asal pakai duit sendiri. Jangan ngutang yee.
  3. Setiap hari atau kapan pun, termasuk hari Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan, kalau memang ada keperluan memotong kue, buah, atau apa pun, maka siapkan pisau. Pisau jangan disembunyikan karena nanti bilamana perlu malah susah mencarinya.
  4. Sapulah kotoran yang ada di rumah. Apalagi saat Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan tiba, malu-maluin dong kalau rumah kotor dan jorok. Keluarkan sapu dan gunakan.
  5. Kalau punya duit, belilah makanan apa pun untuk tamu pakai uang sendiri. Jangan hanya kuaci dan kacang, kayak orang enggak punya duit aja. Tetap jangan ngutang yee.
  6. Buanglah sampah setiap hari, termasuk saat hari Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan supaya rumah bersih, tidak ada tikus, kecoa, dan lalat. Enggak apa-apa menyapu saat hari Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan. Tentu kalau pas ada tamu ya jangan nyapu dong, enggak sopan. Tamunya pulang, cepat-cepat nyapu sehingga tamu berikutnya datang rumah sudah bersih lagi.
  7. Kalau toko / bisnis / usaha sudah bisa ditinggal (auto pilot) dan running well by manajemen, maka bukalah toko / usaha tersebut setiap hari—termasuk Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan, Lebaran, Natal, Nyepi, dll.—karena ramai untuk bisnis. Di Indonesia, Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan adalah hari libur umum dan warga yang tidak merayakan Sin Cia lebih banyak. Tapi kalau hanya diri sendiri yang kerja urus bisnis / toko / usaha, ya TUTUP-lah 1 hari untuk silaturahmi keluarga. Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan berlangsung sampai Cap Go Meh, jadi ada kesempatan 15 hari untuk Pai Cia dan silaturahmi.
  8. Malam Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan, kalau di rumah sudah selesai sembahyang pukul 24.00 malam dan Hio sudah habis, matikan lilin. Terus matikan lampu lilin dan segera tutup jendela serta pintu supaya tidak ada tikus dan maling masuk ke rumah. Tidurlah, karena besok pukul 06.00 - 08.00 pagi harus bangun lagi, sembahyang (Tiam Hio) lagi, lalu Pai Cia keluarga.

Saat malam Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan itu tidak perlu keliling sembahyang cari delapan Klenteng / Bio / Vihara untuk sembahyang karena: CAPEK, NGANTUK, SIKSA BADAN SENDIRI, BERBAHAYA BISA SAKIT KENA ANGIN MALAM, DAN TABRAKAN / KECELAKAAN. So, enggak perlu sampai sebegitunya lah. Cukup sembahyang di satu Klenteng / Bio / Vihara saja, terus pulang ke rumah untuk sembahyang di rumah sebelum pukul 24.00 malam.

  1. Kalau ada rezeki, belilah bunga dan buah untuk sembahyang kepada Sinbeng / Kongco Makco / Dewa Dewi / Posat Mohosat apa pun. Jangan nunggu Sin Cia / Xin Nian baru sembahyang. Sinbeng / Posat Mohosat apa pun akan datang kapan pun kepada keluarga yang baik hati, perilakunya baik, serta banyak amalnya.
  2. Kalau ada rezeki, bolehlah beli baju baru untuk salin saat Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan. Tapi kalau memang rezeki susah, cukup siapkan hati yang baru: penuh kasih, tabah, dan ikhlas menyongsong Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan. Kalau ada rezeki, bagus sekali bisa ramah tamah dan makan malam bareng sekeluarga sebagai simbol CIA PENG AN.
  3. Bukan hanya menjelang Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan, tapi kapan pun: Jangan bohong, jangan bercakap kasar/kotor, jangan dusta dan fitnah. Selalu jujur apa adanya, jangan sok gengsi. Ada bilang ada, tidak ada bilang tidak ada.
  4. Kerabat / family yang beragama Buddha doang / Islam / Kristen / Katolik / Hindu yang ikut merayakan Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan tapi enggak ikut sembahyang kepada Tian / Buddha / Bodhisatva (Posat) / Sinbeng (Dewa Dewi / Kongco Makco) + Leluhur, ya enggak apa-apa. Mereka cuma datang Kionghi + dapat angpao + makan-makan + foto-foto + terus pulang. Semua bisa ikut merayakan Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan.

Perayaan Sin Cia / Xin Nian / Kuo Nyan tersebut mau dianggap sebagai perayaan agama ya oke, atau sebagai perayaan budaya juga oke. Terserah masing-masing.

SEBARKAN INI TERUS HINGGA KEMBALI KE KITA.
Kionghi... Kionghi... Kionghi...

🙏🙏🙏
Admin