SIKAP dan TATA CARA MEMBERI dan MENERIMA ANGPAU

Tata krama memberi dan menerima dalam budaya Tionghoa menekankan: Penghormatan…

Tata krama memberi dan menerima dalam budaya Tionghoa menekankan:

  1. Penghormatan
  2. Kesopanan
  3. Doa keberuntungan

Terutama saat Sin Cia / Tahun Baru Im Yang Lek. Angpau (红包) harus diberikan/diterima dengan:

  • Dua tangan
  • Nominal uang genap (hindari angka 4 karena lafal aksara 4 = Si = Mati)
  • Menggunakan uang baru
  • Diberikan langsung

TATA KRAMA MEMBERI DAN MENERIMA ANGPAU (红包)

PEMBERI:

Umumnya diberikan oleh pasangan yang sudah menikah kepada anak-anak, remaja, atau orang tua yang belum menikah.

NOMINAL DAN JUMLAH:

Hindari angka 4 (lafal aksara 4 = Si = mati) dan ganjil. Gunakan angka genap, terutama angka 8 (lafal aksara 8 = Ba / Pa = makmur).

KONDISI UANG:

Gunakan uang baru kertas, bukan koin, untuk melambangkan awal yang baru.

AMPLOP:

Harus berwarna merah, bukan putih (Pe Pau = Amplop kedukaan).

CARA MEMBERI DAN MENERIMA:

Gunakan kedua tangan sebagai bentuk hormat.

WAKTU:

Diberikan langsung saat perayaan Sin Cia / Tahun Baru Im Yang Lek, bukan sebelumnya atau sesudahnya.

ETIKA:

Penerima sebaiknya mengucapkan terima kasih dan doa baik (seperti Gong Xi Fa Cai, dll.).

TATA KRAMA MEMBERI / MENERIMA BARANG / HADIAH

  • Gunakan Dua Tangan: Sama seperti angpau, barang atau hadiah harus diberikan dan diterima dengan dua tangan.
  • Penolakan Sopan: Adalah kebiasaan untuk menolak hadiah beberapa kali sebelum akhirnya menerima, sebagai bentuk kerendahan hati.
  • Hadiah yang Dihindari:
    1. Jam (melambangkan waktu kematian)
    2. Benda tajam (memutuskan hubungan)
    3. Payung (perpisahan)

BARANG TERTENTU:

Saat lamaran (sangjit), barang diberikan dengan urutan spesifik, sering kali melibatkan baki perhiasan dan uang susu.

PENTING:

Hindari memberi angpau atau hadiah menggunakan tangan kiri saja atau saat orang lain sedang terburu-buru.

TRADISI ANGPAU (红包)

Simbol:

  1. Keberuntungan
  2. Berkah
  3. Keharmonisan

Angpau (红包 Hóng Bāo) bukan sekadar amplop merah berisi uang, tetapi juga melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan berbagi berkah dalam budaya Tionghoa.

KAPAN MEMBERI ANGPAU?

Pemberian angpau sering dilakukan dalam berbagai kesempatan, seperti:

  1. Sin Cia / Tahun Baru Im Yang Lek (春节 Chūn Jié)
  2. Pernikahan
  3. Ulang tahun
  4. Pindah rumah
  5. Memberi bonus kepada pemain barongsai
  6. Beramal kepada guru religius / tempat ibadah

SIAPA YANG MEMBERI DAN MENERIMA ANGPAU?

Dalam tradisi Tionghoa, pemberi angpau biasanya adalah pasangan yang sudah menikah (已婚夫妻 yǐ hūn fū qī). Sementara penerimanya adalah anak-anak atau mereka yang masih belum menikah (未婚 wèi hūn). Tradisi ini melambangkan transfer berkah dari generasi yang lebih tua ke yang lebih muda serta berbagi kebahagiaan dalam keluarga dan komunitas.

Pada acara pernikahan, pasangan yang menikah menerima angpau dari keluarga yang lebih tua dan para undangan sebagai bentuk doa agar kehidupan rumah tangga mereka harmonis dan makmur.

Selain itu, di beberapa komunitas tradisional, angpau juga masih digunakan sebagai bentuk pembayaran kepada guru (老师 Lǎo Shī) atau dokter (医生 Yī Shēng) sebagai tanda terima kasih atas jasa mereka.

ATURAN DAN KEPERCAYAAN SEPUTAR NOMINAL ANGPAU

Jumlah uang dalam angpau biasanya mengikuti aturan tertentu berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa. Untuk acara yang bersifat suka cita, nominal angpau lebih disukai dalam angka genap (双数 Shuāng Shù), sementara angka ganjil (单数 Dān Shù) lebih sering dikaitkan dengan pemakaman.

Namun, ada beberapa pengecualian yang menarik:

  • Angka 4 (四 Sì) dihindari karena pelafalannya mirip dengan kata "mati" (死 Sǐ), sehingga angka ini dianggap membawa sial.
  • Angka 6 (六 Liù) melambangkan kelancaran dan keberuntungan.
  • Angka 8 (八 Bā) sangat populer karena dianggap sebagai simbol kekayaan dan keberlimpahan. Banyak orang berusaha memberi angpau dengan nominal yang mengandung angka 8, seperti ¥88 atau ¥888.
  • Angka 9 (九 Jiǔ) memiliki makna positif karena pelafalannya sama dengan kata "lama" (久 Jiǔ), yang melambangkan umur panjang atau pernikahan yang abadi.

Pada beberapa daerah di Tiongkok, justru angka ganjil digunakan dalam pernikahan karena angka ganjil tidak dapat dibagi dua, melambangkan ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, ada baiknya untuk memahami tradisi setempat sebelum memberikan angpau.

ETIKA PEMBERIAN DAN PENERIMAAN ANGPAU

Selain jumlah uang yang diberikan, terdapat pula aturan etika dalam memberikan dan menerima angpau:

  • Beberapa orang sengaja memberikan uang dalam bentuk koin atau pecahan kecil dalam jumlah banyak agar penerima sulit memperkirakan nominalnya.
  • Anak-anak biasanya dilarang membuka angpau di depan umum untuk menghindari kecanggungan, terutama jika jumlah yang diterima berbeda-beda dari pemberi yang berbeda.
  • Angpau tidak pernah diberikan dalam suasana berkabung, karena warna merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan.

MAKNA ANGPAU DALAM BERBAGAI KONTEKS

  1. Dari Generasi Tua ke Generasi Muda
    • Tradisi memberikan angpau dari orang tua atau kakek-nenek kepada anak-anak bukan hanya sekadar pemberian uang, tetapi juga simbol transfer berkah, keberuntungan, dan harapan agar penerima tumbuh menjadi pribadi yang sukses.
  2. Dari yang Sudah Menikah ke yang Belum Menikah
    • Dalam banyak perayaan, pasangan yang sudah menikah memberikan angpau kepada saudara atau teman yang belum menikah.
    • Ini adalah cara untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan dorongan semangat bagi mereka yang belum berkeluarga.
  3. Dari Atasan ke Karyawan
    • Di lingkungan kerja, pemberian angpau sering dilakukan oleh atasan kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi, terutama saat Sin Cia / Tahun Baru Im Yang Lek.
    • Ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam dunia kerja dan mempererat hubungan antara pemimpin dan timnya.
  4. Dari Klien ke Profesional
    • Dalam beberapa konteks profesional, pasien bisa memberikan angpau kepada dokter sebagai ungkapan terima kasih, atau murid kepada guru atas ilmu yang diberikan.
    • Meskipun tidak wajib, ini dianggap sebagai bentuk penghormatan atas jasa seseorang.
  5. Antara Relasi Bisnis: Etika atau Korupsi?
    • Sayangnya, tradisi angpau juga terkadang disalahgunakan untuk tujuan yang kurang etis, seperti praktik suap atau "pelicin" (贿赂 huìlù) dalam dunia bisnis dan pemerintahan.
    • Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara pemberian angpau yang benar-benar tulus dan yang bertujuan untuk kepentingan tertentu.

KESIMPULAN

Tradisi angpau telah bertahan selama ribuan tahun sebagai simbol keberuntungan, kebersamaan, dan berbagi kebahagiaan. Seiring waktu, budaya ini terus berkembang, termasuk dengan munculnya angpau digital (电子红包 Diàn Zǐ Hóng Bāo) yang kini semakin populer di era teknologi.

🙏🙏🙏
Admin