Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
TOKONG
Dalam tradisi Tionghoa, Tokong berperan penting dalam upacara kematian, tetapi perannya berbeda menurut agama dan aliran yang dianut keluarga, misalnya Taoisme, Buddhisme, Confusinisme atau tradisi Tionghoa kepercayaan leluhur.
Secsra umum Tokong acapkali disebut sebagai :
道 士 ( Dào Shì / Tosu )
道 (Dào) = jalan, Tao
士 ( Shì ) = orang terpelajar/praktisi
➜ 道 士 ( Dào Shì / Tosu ) = pendeta/pemuka agama Tao ( Taois ).
和 尚 ( Hé Shàng )
和 ( Hé ) = harmoni/damai
尚 ( Shàng ) = menghormati
➜ 和 尚 ( Hé Shàng ) = bikshu/rohaniawan Buddhis, terutama istilah yang umum digunakan dalam bahasa Tionghoa.
Jadi secara sederhana :
道 士 = Daoshi / Tosu /Pendeta Tao, sedangkan,
和 尚 = Bhikshu Buddhis.
Peran Tokong perannya dapat meliputi:
- Memimpin ritual kematian.
- Membacakan doa, mantra, sutra, atau teks ritual untuk mengiringi almarhum.
- Mendoakan almarhum.
- Memohon agar almarhum memperoleh ketenangan, kedamaian, dan—dalam keyakinan tertentu—kelahiran yang baik.
- Melakukan penghormatan kepada leluhur.
- Memimpin keluarga dalam tata cara penghormatan, persembahan, dan doa kepada almarhum.
- Memandu keluarga dalam tata ritual.
- Menentukan urutan sembahyang, penggunaan dupa, lilin, persembahan, pakaian berkabung, serta tata cara pada saat pemakaman atau kremasi.
Pada beberapa tradisi, tokong dapat memimpin ritual pada hari-hari tertentu setelah kematian, termasuk ritual untuk membantu perjalanan spiritual almarhum.
Ritual pembersihan atau penyeimbangan spiritual :
Dalam tradisi Taois tertentu, dapat dilakukan ritual yang berkaitan dengan penyucian tempat, penolak gangguan spiritual, atau penataan hubungan antara dunia orang hidup dan orang yang telah meninggal.
TOKONG DI INDONESIA
Istilah Tokong di Indonesia sering digunakan secara umum untuk pemimpin ritual di kelenteng.
Namun, tidak semua Tokong mempunyai fungsi yang sama. Tokong Taois ( 道 士 Dàoshì / Tosu ), Bhikshu / Rohaniwan Buddhis, Xieshi ( Haksu ) atau pemimpin ritual tradisi leluhur memiliki tata ritual dan dasar ajaran yang berbeda.
Berikut gambaran peran tokong dalam rangkaian ritual kematian Tionghoa, dengan catatan bahwa tata caranya dapat berbeda antara tradisi Taois, Buddhis, Confusianis dan tradisi leluhur/kelenteng :
- Saat seseorang meninggal
Tokong dapat membantu keluarga melakukan ritual awal, seperti:
- doa atau pembacaan teks suci.
- penghormatan kepada almarhum.
- penataan altar dan perlengkapan sembahyang.
- memberikan petunjuk mengenai tata cara selama jenazah berada di rumah duka.
Tujuannya terutama menghormati almarhum dan menenangkan keluarga.
- Masa di rumah duka
Selama beberapa hari sebelum pemakaman/kremasi, tokong dapat memimpin:
- pembakaran dupa;
- persembahyangan keluarga;
- pembacaan sutra/mantra atau doa sesuai aliran;
- ritual khusus untuk almarhum.
Dalam tradisi Taois, misalnya, ritual dapat mempunyai makna membantu almarhum dalam perjalanan spiritualnya.
- Hari pemakaman atau kremasi
Tokong dapat memimpin prosesi:
sembahyang → penghormatan terakhir → pemberangkatan jenazah → pemakaman/kremasi.
Keluarga mengikuti tata cara yang telah ditentukan oleh tradisi masing-masing.
- Setelah kematian: hari ke-7 dan seterusnya
Dalam sebagian tradisi Tionghoa terdapat ritual berkala setelah kematian.
Yang terkenal adalah 七日 ( Qī Rì ), tujuh hari, dan beberapa keluarga melakukan ritual sampai 49 hari.
Namun, angka dan tata cara ini tidak merupakan satu aturan universal untuk semua orang Tionghoa.
Praktiknya bergantung pada agama dan tradisi keluarga.
- 49 hari
Dalam tradisi Buddhis Tionghoa, 49 hari mempunyai arti penting dalam keyakinan tertentu mengenai proses setelah kematian.
Bhikshu / Rohaniwan Buddhis dapat memimpin pembacaan sutra dan pelimpahan jasa ( 回 向, Huí Xiàng) bagi almarhum.
Jadi, apabila yang memimpin adalah rohaniwan Buddhis, istilah yang lebih tepat biasanya bhikshu/rohaniwan, bukan tokong Taois.
- 100 hari dan peringatan kematian
Sebagian keluarga melakukan sembahyang pada:
hari ke-100:
- satu tahun setelah kematian;
- setiap tahun pada hari wafat;
- Qing Ming/Cheng Beng ( 清 明 )
- peringatan kelahiran atau hari tertentu yang berkaitan dengan leluhur.
Tokong dapat membantu memimpin ritual tersebut apabila keluarga menghendakinya.
Tradisi leluhur/klenteng.
Tokong / pemimpin ritual
Penghormatan leluhur dan tata sembahyang tradisional.
Tokong bukan sekadar orang yang "memimpin sembahyang".
Dalam tradisi tertentu,
Tokong berfungsi sebagai pemimpin dan pengatur tata ritual kematian, sementara keluarga tetap menjadi pihak utama yang memberikan penghormatan kepada almarhum.
TOKONG PADA MASA KINI
Ada salah pengertian di masyarakat awam, bahwa Tokong itu adalah orang awan yang ikut membantu ritual persispan upacara duka ( kematian / perkabungan di rumah duka.
Peran Tokong dalam memimpin upacara kematian / duka pada masa kini sudah banyak berkurang karena tergantikan oleh para Rohaniwan Formal dari berbagai rumah ibadah resmi.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

