HOK TEK BIO DI JEPARA, JAWA TENGAH

HOK TEK BIO DI JEPARA, JAWA TENGAH

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat Leluhur HOK TEK BIODI JEPARA, JAWA TENGAH…

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

HOK TEK BIO
DI JEPARA, JAWA TENGAH

Klenteng Hok Tek Bio (atau sering disebut juga Klenteng Hok Tek Ceng Sin) terletak di Kabupaten Jepara, tepatnya di Desa Welahan, Kecamatan Welahan.

BERDIRI SEJAK TAHUN 1466

Klenteng ini merupakan salah satu klenteng tertua, bahkan dilaporkan dibangun sejak tahun 1466, dan terkenal dengan sumur tua yang diyakini berkhasiat.

Dianggap sebagai salah satu klenteng tertua di Indonesia, diperkirakan berdiri tahun 1466.

Klenteng Ini memiliki sumur tua yang sering dikunjungi warga untuk wisata religi.

Menjadi pusat perayaan Imlek dan tempat ibadah umat Tridharma di Jepara.

Klenteng ini aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sering menjadi tempat bersih-bersih bersama umat Tridharma menjelang Tshun Baru Im Yang Lek.

Namun sejak tahun 2.000 umat yang berkunjung sembahyang ke klenteng tersebut kian sedikit sehingga boleh dikatakan sebagai klenteng yang nyaris bangkrut.

Beda dengan Klenteng Hian Tian Siang Te Welahan yang masih ramai dikunjungi oleh umat. RA Kartini ( Pahlawan Nasional ) saat masa kecil pernah berkunjung ke Klenteng Hian Tian Siang Te ini dan memperoleh jodoh kesembuhan dari sakit.

SUMUR TUA

Kelenteng Hok Tek Bio yang berada di Kec. Welahan, Kabupaten Jepara memiliki sumur tua.

Sumur tersebut kerap diambil airnya untuk dijadikan perantara doa bagi masyarakat karena diyakini berkhasiat.

Sumur tua itu berada di bawah altar rupang / kimsin Hok Tek Ceng Sin di klenteng Hok Tek Bio.

AIR SUMUR TUA

Siapa saja dibolehkan mengambil air sumur dengan cuma-cuma setelah mendapat ijin dari pengelola kelenteng.

Komon sumur itu sudah ada sebelum klenteng tersebut berdiri.

Airnya tidak pernah surut, dan bening hingga saat ini.

"Kelenteng di Welahan ada dua yaitu Hok Tek Bio dan Hian Thian Siang Tee.

Kalo di Hok Tek Bio ada sumur tua, yang lebih tua dari klenteng itu sendiri.

Sumur itu, dikerap diambil airnya oleh warga untuk keperluan pengharapan.

Seperti untuk usaha, pertanian hingga pengobatan.

Air sumur tidak untuk menyembuhkan, tapi airnya sering dijadikan doa supaya yang usaha laris, yang sakit bisa sembuh, yang bertani bisa subur. Ya diyakini memiliki khasiat, bagi umat yang percaya.

Pengelola kelenteng masih merawat baik sumur tua itu. Di bawah altar rupang Hok Tek Ceng Sin, bibir sumur dikeramik sejajar dengan lantai, dan ditutup rapi seperti jaring.

"Airnya masih bersih, bening dan tidak bau. Selain itu, tidak pernah surut.

Tks
🙏🙏🙏
Admin