18 LOHAN / ARAHAT

18 LOHAN / ARAHAT

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat Leluhur 18 LOHAN / ARAHAT Dalam Buddhisme…

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

18 LOHAN / ARAHAT

Dalam Buddhisme Mahayana,
18 Lohan ( Arhat ) / 十 八 羅 漢 / Shí Bā Luó Hàn / Cap Pwee Lo Han adalah 18 pengikut utama Buddha Gautama ( Sakyamuni Buddha ) yang telah mencapai tingkat pencerahan tertinggi ( Nirvana ).

Arahat adalah Sravaka Buddha yaitu siswa Hyang Buddha Gautama ( Sakyamuni Gautama ) yang telah mencapai pencerahan karena mendengar & mempraktekkan Dharma yang dibabarkan oleh Hyang Buddha Gautama / Sakyamuni Buddha ( Samyak Sambuddha ).

Mereka ditugaskan untuk melestarikan Dharma dan melindungi bumi hingga kedatangan Buddha masa depan ( Maitreya ).

ASAL USUL & SEJARAH

18 Lohan / Arahat ini awalnya adalah hanya mencakup 16 Lohan / Arahat yang berasal dari teks-teks India kuno.

PERKEMBANGAN DI TIONGKOK

Konsep ini mulai berkembang di Tiongkok sekitar masa Dinasti Tang ( 618 M - 907 M ) ketika seorang pelukis bernama Guan Xiu melukis 16 figur tersebut.

PENAMBAHAN JADI 18 LOHAN / ARAHAT

Dalam perkembangannya,
para ahli dan bhiksu di Tiongkok menambahkan 2 figur lagi ( mengambil dari tokoh Master Zen atau seniman besar ) sehingga jumlahnya menjadi 18

SIMBOL ANGKA 18

Dalam budaya Tionghoa, angka 18 dianggap sangat sakral dan melambangkan keberuntungan, kelengkapan, serta kesempurnaan.

Beberapa Tokoh Utama dalam 18 Lohan / Arahat

Meskipun ada 18 nama yang sering bervariasi bergantung pada tradisi, beberapa yang paling populer dan dikenal secara luas meliputi:

  • Pindola Bharadvaja. Lohan yang sangat mahir menggunakan kekuatan batin dan sering digambarkan duduk di atas rusa.
  • Bhadra ( Bodhidharma / Tat Mo Cu Su / Da Mo Zu Shi ). Diyakini sebagai pendiri aliran Buddhis Chan ( Zen ) yang legendaris.
  • Maitreya versi Tiongkok. Lohan / Arahat yang sering digambarkan sebagai sosok biarawan gemuk yang selalu tersenyum dan membawa kantong kain besar.

Di Indonesia, jejak sejarah dan penghormatan terhadap para Lohan / Arahat dapat ditemukan di berbagai wihara / klenteng, baik sebagai patung ( rupang ) altar persembahyangan maupun sebagai destinasi wisata religi.

18 LOHAN / ARAHAT

18 Lohan ( Arahat ) adalah sebutan bagi 18 murid utama Buddha Sakyamuni ( Buddha Gautama ) yang telah mencapai tingkat kesucian tertinggi ( Nirwana ) dan terbebas dari siklus tumimbal lahir.

Dalam tradisi Buddhis Mahayana, mereka dikenal sebagai pelindung ajaran Buddha yang memiliki kebijaksanaan, keberanian, dan kekuatan batin luar biasa.

Berikut adalah daftar ke-18 Lohan / Arahat beserta ciri khas mereka yang paling populer:

  1. Pindola Bharadvaja. Duduk di atas rusa sambil memegang kitab dan mangkuk.
  2. Kanaka Vatsa. Terkenal karena memegang tali emas atau menggendong anak.
  3. Kanaka Bharadvaja. Ahli dalam melafalkan sutra, digambarkan sedang bermeditasi.
  4. Subinda. Duduk bersila dengan tangan terangkat sedang berdoa.
  5. Nakula. Memiliki peliharaan singa atau macan.
  6. Bhadra. Digambarkan sedang menggaruk telinga atau membawa gulungan kitab ( sering disamakan dengan Bodhidharma / Tat Mo Co Su / Da Mo Zu Shi ).
  7. Kalika. Berwajah tenang dengan anting-anting panjang.
  8. Vajraputra. Mengangkat tangan ke atas untuk meregangkan tubuh.
  9. Jivaka. Memiliki hati yang welas asih dan gemar menolong.
  10. Panthaka. Membaca kitab atau membawa tas kain.
  11. Rahula. Putra kandung Siddharta Gautama, digambarkan sering memegang pagoda kecil.
  12. Nagasena. Membawa vas atau menggendong naga kecil.
  13. Angida. Membawa tas atau gulungan sutra.
  14. Vanavasa. Duduk di gua atau hutan sambil memegang tongkat.
  15. Ajita. Duduk di atas pohon pisang atau dengan posisi duduk santai.
  16. Cula Panthaka. Sering dilambangkan sedang membersihkan debu.
  17. Mahakasyapa, salah satu murid utama Buddha Sakyamuni ( Buddha Gautama )
  18. Maitreya. Hyang Buddha masa depan, sering digambarkan sebagai sosok yang gemuk, botak, dan selalu tertawa membawa kantong kain. Dalam kebudayaan Tionghoa, mereka sangat dihormati dan sering divisualisasikan dalam berbagai bentuk seni seperti patung, lukisan, maupun karya sastra.

Tks
🙏🙏🙏
Admin