Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
TURUT BERDUKA CITA
Sy ikut jadi WAG PENSIUNAN GURU yang anggota nya mayoritas para lansia ( di atas 55 tahun ) dan berasal dari berbagai etnis suku, budaya, sosial, ekonomi, politik, dan agama.
Suatu saat, ada anggota yang meninggal.
Berbagai ucapan duka pun mengalir seperti :
- RIP
- Turut Berduka Cita
- ikut Belasungkawa
- Semoga bahagia di sorga
- Sudah damai di sisi Bapa
- Semua sdh kehendak yg di atas
- Tuhan lebih sayang mendiang
- Mendiang sudah tidak sakit lagi
- Selamat jalan sahabat
- Semoga keluarga tabah
- Dll
Gimana ucapan yang pas diucapkan oleh umat Buddhha ???
- Agama Buddha bukan Agama Samawi / Abrahamik.
- Karena nya Agama Buddha tidak diwahyukan oleh Tuhan kepada Siddharta Gautama ( yang kemudian jadi Hyang Buddha Gautama / Sakyamuni Buddha ).
- Itu bukan berarti Agama Buddha tidak percaya akan ada nya Tuhan. Agama Buddha percaya Tuhan dengan konsep yang berbeda dengan konsep Agama Samawi / Abrahamik pada umum nya.
- Agama Buddha percaya bahwa kematian bukan akhir kehidupan.
- Setelah kematian maka semua mahluk hidup akan terlahir kembali di alam berikut nya sesuai karma masing masing.
- Setiap mahluk yang meninggal belon pasti masuk sorga ( sorga menurut Agama Buddha itu ada banyak ).
- Hyang Buddha Sakyamuni ( Buddha Gautama ) sekalipun tidak bisa menyelamatkan umat Buddha yang meninggal dari karma buruk.
- Hyang Buddha / Bodhisatva & Sinbeng itu bisa memberkahi & ikut mengkondisikan agar mendiang lancar mendapat jalan terang menuju alam kelahiran baru sesuai karma mendiang.
- Doa / Paritta / Mantra / Liam Keng / Nien Jing akan memberikan pelimpahan jasa kepada semua mahluk menderita atas nama mendian sehingga walau sudah meninggal mendiang juga ikut berbahagia karena telah berbuat bajik.
- Doa / Paritta / Mantra / Liam Keng / Nien Jing akan memberikan keberkahkan & penguatan kepada keluarga berduka yang di tinggalkan agar tabah dengan penuh kesadaran.
Memahami konsep dasar Agama Buddha tersebut maka ucapan yang pas adalah :
- Sarve Samskara Anitya / Sabbe Sanskara Anicca ( Semua yang terbentuk & berkondisi itu selalu berubah karena tidak kekal ).
- Amituofo / Omitohud / Amitabha ( Kesucian tanpa batas ruang & waktu. Amitabha Buddha bukan sosok seperti manusia dll ).
- Tadyata Aum Gate Gate Paramgate Parasamgate Bodhi Svaha ( Pergilah menyebrang ke pantai bahagia ).
- Semoga terlahir ke Alam Sukhavati ( Sorga Barat dimana Amitabha Buddha & Bodhisatva bersemayam ).
- Turut ber samvega citta ( Batin yang tergugah dengan kesadaran dan ikut tergugah / prihatin / simpati / empati karena mendiang berpindah alam kesadaran & mengalami ketidakkekalan ).
- Atau ucapan yang umum & netral : Turut Berduka Cita. Semoga tabah.
Demikian yang saya pahami.
Anda pilih yang mana ?
Tks
🙏🙏🙏
Admin

