Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
AGAMA BUDDHA & TRIDHARMA DI TIONGKOK
Agama Buddha masuk ke Tiongkok melalui Jalur Sutra pada abad ke-1 Masehi pada masa Dinasti Han, dibawa oleh para pedagang dan bhiksu dari Asia Tengah.
Masa Masuk dan Awal Perkembangan (Abad ke-1 – ke-3 M) Kaisar Ming dari Han.
Menurut legenda dan [catatan sejarah awal Masehi], Kaisar Ming Di ( 57–75 M ) bermimpi tentang sesosok dewa emas, yang ditafsirkan sebagai Buddha.
Agama Buddha di Tiongkok ( 汉 传 佛 教; Hàn Chuán Fó Jiào ) berkembang pada abad ke-2 SM setelah para pedagang dari Asia Tengah yang beragama Buddha memperkenalkagnnya ke orang Tiongkok.
JALUR SUTERA
Penyebaran agama Buddha melalui jalur Sutera melalui penerjemah teks penting tentang ajaran Buddha dari bahasa India ke bahasa Tionghoa.
Penyebaran agama Buddha di Tiongkok juga ditandai dengan berkembangnya seni pahat patung-patung Buddha dan dibangunnya sekolah ajaran Buddha di Tiongkok.
Agama buddha turut memengaruhi ciri khas seni, patung, arsitektur dan filsafat Tionghoa.
DINASTI TANG
Pada puncak keemasan Dinasti Tang, agama Buddha berkembang sangat pesat di Tiongkok dengan dihasilkannya banyak guru-guru spiritual yang bagus.
WIHARA KUDA PUTIH
Utusan dikirim ke India dan kembali membawa kitab suci Sutra Empat Puluh Dua Bagian, lalu mendirikan Wihara Kuda Putih di Luo Yang sebagai wihara pertama di Tiongkok.

PENERJEMAHAN KITAB SUCI
Bhikshu asing dan lokal mulai menerjemahkan naskah suci dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa.
MULAI AKULTURASI
Masa Penyesuaian dan Pertumbuhan ( Abad ke-4 – ke-6 M ) Pengaruh Lokal:
Ajaran Buddha beradaptasi dengan budaya lokal serta filosofi asli seperti Taoisme dan Konfusianisme.
PEMBANGUNAN SENI
Seni pahat dan arsitektur gua batu besar mulai dibangun, seperti Gua Mo Gao dan Gua Long Men.
ZAMAN KEEMASAN
Zaman Keemasan ( Dinasti Tang, 618–907 M ) dengsn dukungan Kekaisaran:
Dinasti Tang mengangkat agama Buddha sebagai salah satu fokus utama kerajaan, membuat pengaruhnya mencapai puncak kejayaan.
PERJALANAN KE INDIA / BARAT
Bhikshu terkenal seperti Xuan Zang ( Tong Sam Cong ) melakukan perjalanan ke India / Barat untuk membawa naskah asli kembali ke Tiongkok.
ALIRAN BARU
Lahir berbagai aliran khas Tiongkok seperti Chan ( Zen ) dan Pure Land ( Tanah Suci / Amitabha ).
SINKRETISME
Perkembangan Lanjutan dan Masa Modern Sinkretisme:
Agama Buddha bercampur harmonis dengan tradisi rakyat Tiongkok ( Taoisme, Confusinisme, Budaya Tionghoa ) di mana figur seperti Bodhisattva Guan Yin ( Kuan Im ) sangat dipuja.
KONDISI KINI
Mayoritas umat Buddha di Tiongkok mengikuti tradisi Buddha Mahayana aliran Han yang melebur dengan nilai-nilai lokal.
PENERJEMAHAN KITAB SUCI
Penerjemahan kitab Buddhis pertama ke dalam bahasa Tionghoa terjadi pada 148 SM bersamaan dengan kedatangan pangeran An Shi Gao yang menjadi bhikshu.
Ia membangun wihara buddhis di Luo Yang dan menyusun penerjemahan kitab-kitab Buddhis ke dalam bahasa Tionghoa yang bertahan sampai saat ini.
An Xuan, seorang awam dari Parthia juga bekerjasama dengan An Shi Gao untuk menerjemahkan kitab-kitab yang nantinya menjadi awal perkembangan agama Buddha Mahayana di Tiongkok.
Pada masa masa awal terjadi berbagai konflik antara Taoisme, Konfusianisme dan Buddhsme tapi lambat laun mereda dan bahkan terjadi akulturasi yang kian harmonis sehingga lahir lah San Jiao / Sam Kauw / Tridharma.
Dengan bermunculan banyak guru guru spiritual besar seperti :
- Xuan Zhang / Tong Sam Cong
- Bodhidharma
- Nagarjuna
- Kumarajiva
- Lin Chao En
- dll
Tks
🙏🙏🙏
admin

