MENGENAL PARA BUDDHA & BODHISATVA / POSAT :

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat Leluhur MENGENAL PARA BUDDHA & BODHISATVA /…

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

MENGENAL PARA BUDDHA & BODHISATVA / POSAT :

Kita mengenal para Buddha & Bodhisatva karena sebagaimana yang tersurat & tersirat dalam berbagai Kitab Agama Buddha ( terutama Mahayana / Tantrayana ).

BUDDHA HISTORICAL / SEJARAH

Hanya Buddha Sakyamuni ( Buddha Gautama ) yang secara historical / sejarah terlahir sebagai Pangeran Siddharta Gautama di India Utara ( sekarang Nepal ) pada tahin 623 SM) dan mencapai parinirwana ( wafat ) pada tahun 543 SM dalam usia 80 tahun .

BUKAN BUDDHA PERTAMA
BUKAN BUDDHA TERAKHIR

Buddha Sakyamuni ( Buddha Gautama ) bukan Buddha yang pertama dan juga bukan Buddha yang terakhir.

BODHICITTA ( BENIH KEBUDDHAAN )

Semua mahluk hidup ( termasuk manusia ) dapat disebut sebagai Calon Buddha ( Bodhisatva ) karena setiap mahluk memiliki Bodhicitta ( Benih keducian ) yang bila dipupuk terus menerus ( dengan praktek kebajikan / paramita kepada sesama mahluk ) akan mencapai kesucian dan menjadi Buddha ( Suci ) sehingga manunggal ing kawula gusti alias bersatu dalam keabadian alias mencapai Nirwana ( bukan alam kehidupan ).

Buddha ( Suci, Yang Tercerahkan ) adalah gelar kesucian yang dapat dicapai oleh siapa saja ( semua mahluk ).

Kalo dalam Budaya Tionghoa maka orang yang sudah menjadi Buddha disebut Seng Ren / Seng Jin ( Contoh : Buddha Sakyamuni, Khong Hu Cu / Kongzi dan Lo Cu / Laozi ).

  • Bukan Sen Ming / Sin Beng ( dewa dewi / kongco makco )

KITAB

Para Buddha & Bodhisatva ( Posat ) yang kita tahu karena disebutkan dalam berbagai kitab ( terutama Teks Sansekerta & Mandarin + Tibet ) diantaranya adalah :

  1. Buddha Sakyamuni ( Buddha Gautama / Sek Ka Mu Ni Hud )
  2. Buddha Amitabha ( Omitohud )
  3. Buddha Bhaisyaguru ( Yok Se Hud )
  4. Buddha Ratnasambhava
  5. Buddha Aksobya
  6. Buddha Vairocana
  7. Buddha Dipankara
  8. Avalokiteshvara Bodhisattva / Kuan Im Posat, welas asih yang digambarkan menolong makhluk yang menderita.
  9. Manjushri Bodhisattva / Bun Cu Su Li Posat, kebijaksanaan, sering digambarkan memegang pedang untuk memotong kebodohan batin
  10. Ksitigarbha Bodhisattva / Te Cong Ong Posat, yang bersumpah menolong makhluk di alam neraka.
  11. Maitreya Bodhisatva / Mi Lek Posat, Buddha masa depan yang saat ini berdiam di surga Tusita.
  12. Samantabhadra Bodhisattva / Po Hian Posat, yang mewakili praktik, meditasi, dan perilaku mulia.
  13. Vajrapani Bodhisattva / Kim Kong Ciu Posat pelindung yang melambangkan kekuatan dan energi Buddha.
  14. Akashagarbha Bodhisattva / Hi Kong Cong Posat yang melambangkan kebijaksanaan tak terbatas seluas angkasa.
  15. Mahasthamaprapta: Bodhisattva / Tai Se Chi Posat yang melambangkan kekuatan kebijaksanaan, sering mendampingi Amitabha Buddha.
  16. Tara Bodhisattva wanita yang dikenal dalam Buddhisme Tibet, melambangkan kesuksesan dan perlindungan.
  17. Sarvanivarana-Vishkambhin Bodhisattva yang menghapus rintangan batin.
  18. Sangharama Bodhisatva ( Kwan Kong ). Bodhisatva Kejujuran / Kesetiaan / Kebenaran / Komitmen
  19. Bodhidharma ( Tat Mo Co Su ) adalah seorang bhiksu Buddha legendaris dari India yang hidup sekitar abad ke-5 atau ke-6 Masehi. Beliau dikenal sebagai tokoh yang membawa ajaran Buddha dari India ke Tiongkok dan dihormati sebagai Patriark pertama aliran Chan ( Zen ).
  20. dll

KENAPA DALAM BUDAYA TIONGHOA BANYAK MEMUJA & MEMGHORMATI PARA SINBENG & POSAT ???

Dalam budaya Tionghoa memang mengenal banyak Sinbeng ( dewa dewi / kongco makco ) yang bukan berasal dari Agama Buddha kecuali posat ( bodhisatva ) karena :

  • banyak tokoh / orang penting nyata ( sejarah / historical ) yang berjasa besar bagi kehidupan masyarakat sehari hari yang menjadi teladan baik.
  • banyak tokoh mitologi yang jadi Legenda hidup dalam keseharian masyarakat karena kisah teladan baik yang di berikan.
  • penganugerahan gelar dewa / dewi tersebut kepada tokoh mitologi secara umum diberikan oleh Dewa Jiang Zi Ya ( Kiang Cu Ge ) yang mendapat tugas dari Tian / Langit agar menganugerahkan gelar gelar tersebut demi harmoni kehidupan & alam semesta.
  • para Kaisar ( dari berbagai dinasti ) yang dalam budaya Tionghoa sebagai perwakilan Tian / Langit kerap setelah menyeleksi ketat usulan ( saran ) dari masyarakat + para menteri / pejabat istana biasa nya juga menganugerahkan gelar dewa / dewi tersebut.
  • khusus kisah posat ( bodhisatva ) adalah kisah yang tersurat + tersirat ( terbersit ) dari berbagai kitab Agama Buddha Mahayana ( Text Sansekerta & Mandarin )

Budaya Tionghoa tersebut menjadi filosofi yang mendarah daging & berlangsung dalam masyarakat Tionghoa selama kurun waktu lebih dari 5000 tahun hingga kini.

Filososi yang harus dimaknai adalah teladan baik harus terus dihidupkan supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi sesama.

Bagi masyarakat awam tentu punya kebebasan untuk menghormati / memuja / menteladani / meyakini Sinbeng ( dewa dewi / kongco makco ) tersebut sesuai keyakinannya masing masing.

Demikian yang sy tau

Tks
🙏🙏🙏
Admin