SAMANTABHADRA BODHISATVA

PO HIAN POSAT PU XIAN PUSA SAMANTABHADRA BODHISATVA

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

PO HIAN POSAT
PU XIAN PUSA
SAMANTABHADRA BODHISATVA

Po Hian Po Sat / Pu Xian Pu Sa ( 普 賢 菩 薩) atau dikenal juga sebagai Samantabhadra Bodhisattva dalam bahasa Sanskerta adalah seorang Bodhisatva dalam tradisi Agama Buddha Mahayana

Nama ini memiliki arti "Kebajikan Universal".
Ia merupakan perwujudan dari cinta kasih, aktivitas suci, ketekunan, kesabaran, serta praktik meditasi dan pelaksanaan ajaran Buddha.

KARAKTERISTIK & SIMBOL

Tunggangan Gajah Putih:

Po Hian Po Sat hampir selalu digambarkan sedang duduk di atas seekor gajah putih beranak gading enam.

Gajah putih melambangkan kekuatan spiritual yang tenang, sedangkan enam gadingnya menyimbolkan Sad Paramita (enam kesempurnaan untuk mencapai pencerahan).

Tangannya biasanya memegang setangkai bunga teratai atau gulungan kitab suci.

Di dalam altar, ia sering kali ditampilkan mendampingi Hyang Buddha Sakyamuni ( di sisi kanan) bersama dengan Bun Cu Su Li Posat / Wen Shu Pu Sa / Manjusri ( di sisi kiri ).

Dalam beberapa visualisasi di tradisi Tionghoa, ia juga kerap bersanding dalam Tiga Serangkai bersama Kwan Im Pu Sa dan Wen Shu Pu Sa.

SUMPAH AGUNG

Beliau sangat terkenal dengan 10 Sumpah Agung ( Pu Xian Pu Sa Shi Da Xing Yuan ) yang menjadi landasan dan panduan praktik moral bagi seorang Bodhisatva.

Gunung Emei Shan di Provinsi Si Chuan, Tiongkok, diyakini sebagai tempat suci atau bodhimandala utama dari Po Hian Posat.

SUTRA

Sutra utama yang didedikasikan untuk Po Hian Posat ( Pu Xian Pu Sa / Bodhisattva Samantabhadra ) adalah Sutra Avatamsaka ( Da Fang Guang Fo Hua Yan Jing ).

Di dalam sutra ini, khususnya pada bab terakhir yang dikenal sebagai Bhadracari Pranidhana—terdapat ajaran paling krusial mengenai dirinya, yaitu 10 Sumpah Agung Bodhisattva Samantabhadra ( Po Hian Posat / Pu Xian Pu Sa Shi Da Xing Yuan ).

Selain itu, terdapat sutra penting lainnya yang berkaitan erat dengan beliau:

  1. Sutra Teratai (Saddharma Pundarika Sutra): Pada Bab 28 ( Sutra Kontemplasi Bodhisattva Samantabhadra / Sutra Bunga Teratai Pu Xian Pu Sa ), beliau berperan sebagai pelindung utama dari ajaran Sutra Teratai dan pelindung bagi orang-orang yang melafalkannya.
  2. Sutra Meditasi Samantabhadra ( Guan Puxian Pusa Xingfa Jing ): Sutra khusus yang mengajarkan metode meditasi, pertobatan dan visualisasi wujud Bodhisattva Samantabhadra yang menunggangi gajah putih bergading ena

10 SUMPAH / TEKAD AGUNG

10 Sumpah Agung Papa Hian Posat ( yang lebih dikenal secara universal sebagai 10 Tekad Agung Bodhisattva Samantabhadra atau Pu Xian Pu Sa Shi Da Yuan ) merupakan sepuluh ikrar mulia yang bersumber dari Sutra Avatamsaka. Sumpah ini menjadi dasar landasan spiritual yang sangat dihormati dalam ajaran Buddhisme Mahayana dan Tridharma.
Berikut adalah daftar lengkap 10 Sumpah Agung tersebut:

  1. Memuja dan menghormati semua Buddha ( Yi zhe li jing zhu fo ) — Bersujud dan memberikan penghormatan tertinggi kepada semua Buddha di sepuluh penjuru dunia.
  2. Memuji dan mengagungkan para Tathagata (Er zhe cheng zan ru lai) — Membabarkan ajaran suci serta melantunkan pujian atas kebajikan para Buddha.
  3. Membuat persembahan yang luas dan ekstensif (San zhe guang xiu gong yang) — Mengembangkan kemurahan hati dengan mempersembahkan materi maupun praktik Dharma yang terbaik.
  4. Menyesali rintangan karma dan bertobat (Si zhe chan hui ye zhang) — Mengakui, menyesali, dan memurnikan segala tindakan negatif atau kesalahan masa lalu.
  5. Turut bersukacita atas kebajikan orang lain (Wu zhe sui xi gong de) — Menghilangkan rasa iri hati dan ikut merasa bahagia atas jasa serta kebajikan yang dilakukan oleh siapa pun.
  6. Memohon agar Roda Dharma senantiasa diputar (Liu zhe qing zhuan fa lun) — Meminta dan mengundang para Buddha serta guru spiritual untuk terus mengajarkan Dharma di dunia.
  7. Memohon agar para Buddha senantiasa tinggal di dunia (Qi zhe qing fo zhu shi) — Memohon dengan tulus agar para Buddha tidak memasuki Parinirvana demi menuntun makhluk hidup.
  8. Senantiasa belajar dan mengikuti ajaran Buddha (Ba zhe chang sui fo xue) — Bertekad untuk selalu meneladani serta mempraktikkan perilaku Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Senantiasa selaras dan mengabdi demi kebahagiaan makhluk hidup (Jiu zhe heng shun zhong sheng) — Memahami, menghargai, dan berkorban demi menolong serta membimbing semua jenis makhluk sesuai kebutuhan mereka.
  10. Melimpahkan seluruh jasa kebajikan kepada semua makhluk (Shi zhe pu jie hui xiang) — Tidak menyimpan buah dari karma baik untuk diri sendiri, melainkan membagikannya demi pencapaian pencerahan sejati semua makhluk.

Sumpah agung ini melambangkan "Praktek Agung" (aktivitas suci yang nyata, ketekunan, dan cinta kasih universal) yang juga disimbolkan melalui wahana Bodhisattva Samantabhadra, yaitu seekor gajah putih bergading enam.

Tks
🙏🙏🙏
Admin