Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
TAY SU CI POSAT
DA SHI ZHI PUSA
MAHASTANAPRAPTA BODHISATVA
Mahasthanaprapta Bodhisattva ( 大 勢 至 菩 薩 / Dà Shì Zhì Púsàt / Tay Su Ci Po Sat adalah salah satu Bodhisattva Mahasatva agung dalam Agama Buddha Mahayana yang melambangkan kekuatan kebijaksanaan.
Nama ini secara harfiah berarti "Bodhisatva yang Mencapai Kekuatan Besar" atau "Kedatangan Kekuatan yang Luar Biasa
Bersama dengan Buddha Amitabha dan Bodhisattva Avalokitesvara ( Kuan Yin ), beliau membentuk kelompok Tiga Suciwan Pembabar Dharma di Tanah Suci Sukhavati.
Jika Avalokitesvara melambangkan belas kasih ( karuna ), maka Mahasthanaprapta melambangkan kebijaksanaan ( prajna ) dari Buddha Amitabha.
Dalam Contemplation Sutra, Avalokitesvara disimbolkan sebagai matahari, sedangkan Mahasthanaprapta disimbolkan sebagai bulan.
Berdasarkan sutra Buddhis, kelak setelah Buddha Amitabha mahaparinirvana, Avalokitesvara akan menjadi Buddha penerus, dan setelah itu Mahasthamaprapta akan menggantikan sebagai Buddha dengan gelar Shan Zhu Gong De Bao Wang Ru Lai ( Supratishthita-guna-ratnaraja Tathagata ).
AJARAN
Kekuatan Samadhi & Ingatan pada Buddha: Dalam Surangama Sutra, beliau menjelaskan pencapaian pencerahannya melalui praktik Buddha-anusmrti ( kesadaran dan pembacaan nama Buddha secara terus-menerus tanpa putus) untuk memasuki samadhi (konsentrasi batin yang mendalam ).
Pengendalian Enam Akar Indera:
Mengajarkan umat untuk mengontrol dan menguasai enam akar indera ( mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran ) agar terhindar dari pikiran tidak baik dan keluar dari kegelapan batin serta Tiga Jalan Kejahatan (kebodohan, kebencian, ketamakan).
Beliau sering digambarkan mengenakan mahkota yang di tengahnya terdapat botol berisi cahaya kebijaksanaan, serta memegang setangkai bunga teratai ( lotus ) mekar yang melambangkan pembukaan hati manusia terhadap ajaran Dharma.
SUTRA
Nama Bodhisattva Mahasthanaprapta (atau Da Shi Zhi Bodhisatva) muncul dan dibahas dalam beberapa kitab suci (Sutra) utama dalam Agama Buddha Mahayana:
- Sutra Shurangama ( Śūraṅgama Sūtra ): Menjelaskan bagaimana Bodhisatva Mahasthanaprapta melatih samadhi dengan cara menyebut secara berulang-ulang nama Buddha (nembutsu/pelafalan nama Buddha) sebagai dasar meditasinya. Bab khusus tentang beliau sering disebut sebagai Mahasthamaprapta's Perfect Penetration through Mindfulness of the Buddha.
- Sutra Amitayur Dhyana ( Sutra Kontemplasi tentang Buddha Umur Tak Terhingga ): Menjelaskan secara rinci sifat, kekuatan agung, serta peran Bodhisattva Mahasthanaprapta sebagai salah satu dari "Tiga Suciwan Pembabar Dharma di Tanah Suci Sukhavati" ( bersama Buddha Amitabha dan Bodhisattva Avalokitesvara ).
- Sutra Saddharmapundarika ( Sutra Teratai / Lotus Sutra ): Menyebutkan Bodhisattva Mahasthanaprapta sebagai salah satu anggota dari kumpulan besar yang mendengarkan Dharma dari Hyang Buddha Sakyamuni di Puncak Grdhakuta ( Puncak Burung Vjutra ).
- Sutra mengenai Hal-hal yang harus dituruti / Sutra tentang Kehidupan yang Tak Terukur: Menjelaskan asal-usul nama dan kekuatan cahaya kebijaksanaan beliau yang menuntun makhluk keluar dari Tiga Jalan Kejahatan.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

