CIAN AP / CEN AP

Cian Ap adalah kotak atau wadah tradisional khas Peranakan Tionghoa…

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

CIAN AP / CEN AP

Cian Ap sering dilafalkan sebagai Cen Ap karena kaum peranakan kesulitan mengucapkan Cian Ap.

Cian Ap adalah kotak atau wadah tradisional khas Peranakan Tionghoa yang digunakan sebagai tempat manisan seperti :

  1. Manisan Buah Jeruk Kingkit / Triphasia Trifolia / Limeberry ( simbol sukses )
  2. Manisan Buah Pepaya ( simbol kaya rejeki )
  3. Manisan Buah Atep ( simbol tetep langgeng )
  4. dll

Cian Ap berasal dari bahasa Hokkian.

KAYU BERUKIR

Umumnya terbuat dari kayu jati tua yang solid. Wadah ini dihiasi dengan ukiran bermotif oriental yang halus seperti gambar naga, burung feniks (qilin), bunga, atau simbol swastika.

Pewarnaannya secara tradisional menggunakan warna emas dan gincu merah.

Pada bagian atas kotak biasanya terdapat lubang-lubang kecil ( lazimnya berjumlah 6 lubang ) yang berfungsi untuk menancapkan bilah bambu berisi manisan serta hiasan dari manik-manik ( mote ).

Dilapisi dekorasi dengan cat gincu merah dan prada ( emas ) khas barang antik Peranakan.

FUNGSI

Fungsi Utama Cian Ap untuk meletakkan sajian manisan dalam upacara Pernikahan Tradisional Tionghoa atau Sembahyang Leluhur ( seperti Sembahyang Sam Kai / Tian / Tuhan & Sembahyang Tahun Baru Im Yang Lek / Sin Cia).

Biasanya di bagian atasnya terdapat lubang-lubang untuk menancapkan bilah bambu berhias manisan atau pernak-pernik

BUDAYA TIONGHOA PERANAKAN

Dalam budaya Tionghoa Peranakan, istilah Cian Ap / Cen Ap ( 煎 盒 Jian He atau istilah dialek setempat ? ) adalah wadah atau tempat untuk menaruh manisan / persembahan makanan dalam suatu upacara sembahyang, termasuk Sam Kai ( 三 界 ).

Istilah ini sangat bergantung pada dialek dan daerah ( Hokkian, Teochew, Hakka, atau Peranakan setempat ).

Penggunaan Cian Ap / Cen Ap tersebut saat ini sudah amat jarang sekalipun di kalangan Tionghoa Peranakan.

Tks
🙏🙏🙏
Admin