Dalam budaya Tionghoa, dewa jodoh dan pernikahan dikenal dengan nama Yue Lao / ( 月 下 老 人 Yue Xia Lao Ren ) yang secara harfiah berarti "Orang Tua di Bawah Rembulan".
BENANG MERAH TAKDIR
Beliau dikenal karena tugasnya mengikat pergelangan kaki dua orang yang telah ditakdirkan bersama menggunakan benang merah yang tidak kasat mata.
BENANG MERAH = SIMBOL
Benang merah ini melambangkan ikatan cinta dan jodoh yang kuat.
Sekali diikat oleh Yue Lao, sejauh apa pun dua orang terpisah atau serumit apa pun rintangannya, mereka pada akhirnya akan dipersatukan.
WUJUD
Yue Lao sering digambarkan sebagai seorang lelaki tua berjanggut putih, memegang tongkat di satu tangan, dan membawa buku catatan pernikahan serta gulungan benang merah di tangan lainnya.
Budaya Tionghoa mengenal Sang Dewa Jodoh dengan sebutan Dewa Yue Lao atau Yue Xia Lao Ren.
Banyak catatan sejarah yang menyebutkan asal usul Dewa Jodoh Yue Lao yang digambarkan seorang dengan wajah lembut dan memiliki jenggot putih.
Yue Xia Lao Ren juga digambarkan sebagai pria dengan sebutan Orang Tua dari Bulan.
TUGAS DEWA JODOH / YUE LAO
Dewa Yue Lao ini memiliki tugas yang tidak mudah.
Bagi masyarakat Tionghoa, Dewa Yue Lao adalah penentu jodoh manusia.
Semua urusan dan kisah percintaan adalah tanggung jawab Dewa Jodoh.
Beliau sering turun ke dunia untuk mengikat tali simpul benang merah yang tak kasat mata manusia, kepada pasangan pria dan wanita.
SEJID
Kisah Dewa Jodoh sendiri dimulai sejak dari zaman Dinasti Tang ( 618-907 ).
Hari kebesaran Dewa Yue Lao diperingati setiap tanggal 15 bulan 8 Im Yang Lek, yang juga merupakan hari Sembayang Tiong Ciu / festival kue bulan ( Mid Autumn Festival ).
ASAL USUL
Asal usul Dewa Yue Lao sendiri memiliki beberapa versi cerita.
Dikisahkan pada tahun Zhen Guan ke-2 ( 628 M jaman Dinasti Tang ), ada seorang sarjanawan yang bernama Wei Gu ( 韋 固 ), yang dalam perjalanannya tiba di Kota Songcheng ( 宋 城 ) untuk memperdalam ilmu kesusastraannya.
Suatu ketika beliau menjumpai seorang pak tua sedang duduk membaca buku.
WEI GU
Ketika Wei Gu menanyakan siapa sesungguhnya dia, pak tua menjawab bahwa Ia bukan berasal dari dunia manusia, dan tugasnya adalah menyatukan jodoh antara pria dan wanita di dunia.
Lalu pak tua mengeluarkan seutas benang merah sambil berkata “Pria dan wanita yang kakinya telah kuikat dengan benang ini, akan menjadi pasangan suami istri selamanya.”
Wei Gu pun penasaran, lalu mencoba untuk menanyakan siapa calon istrinya kelak, dan dimana dia sekarang berada.
Lalu pak tua itu menjawab, bahwa calon istrinya saat ini masih berusia 3 tahun, dan mereka akan menikah 14 tahun kemudian, lalu berkata,
“Kalau kau ingin melihat calon Istrimu, ikutlah denganku sekarang,” kata pak tua.
Mereka kemudian berjalan bersama ke dalam kota dan memasuki sebuah pasar.
Di sana mereka menjumpai seorang wanita yang matanya telah buta sebelah, sementara menjual sayuran sambil menggendong seorang anak perempuan yang berusia 3 tahun.
ALTAR
Beberapa klenteng yang terdapat altar dewa jodoh adalah :
- Lou Pan Bio ( Wihara Dharma Karya Angsapura )Lokasi: Jl. Pekojan II No.79, RT.10/RW.1, Pekojan, Kec. Tambora, Jakarta Barat.
- Toa Se Bio ( Wihara Dharma Jaya ) Lokasi: Jl. Kemenangan III No.48, RT.11/RW.3, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat.
- Klenteng Tian Fu Gong: Berlokasi di kawasan Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara.
- dll
🙏🙏🙏
Admin

