Guo Ju dan Harta Emas

Pada zaman Dinasti Han, Guo Ju hidup dalam kemiskinan bersama…

Pada zaman Dinasti Han, Guo Ju hidup dalam kemiskinan bersama istri, anak, dan ibunya yang lanjut usia. Karena kekurangan makanan, sang ibu sering mengalah memberikan makanannya kepada sang cucu, hingga akhirnya ia jatuh sakit.
Merasa gagal berbakti, Guo Ju dan istrinya mengambil keputusan tragis: mereka berniat mengorbankan anaknya agar sang ibu bisa bertahan hidup. Saat menggali lubang di halaman belakang untuk anak mereka, cangkul Guo Ju justru membentur peti berisi emas dan perak dengan tulisan: "Hadiah untuk anak yang berbakti, Guo Ju."
Berkat penemuan itu, sang ibu mendapatkan pengobatan, dan seluruh keluarga terselamatkan. Mereka pun hidup berkecukupan berkat ketulusan bakti Guo Ju.
Pesan Moral:
Ketulusan dalam berbakti kepada orang tua adalah nilai yang sangat tinggi. Kisah ini mengajarkan bahwa niat tulus untuk berbuat baik akan selalu menemukan jalan keluar, bahkan di tengah keputusasaan.
Catatan: Ini adalah salah satu kisah yang paling sering dikritik pada masa modern karena unsur pengorbanannya dianggap tidak masuk akal dan tidak sesuai nilai kemanusiaan saat ini.