Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
HAUW KENG / XIAO JING
Hauw Keng / Xiao Jing ( 孝 经 ) atau Kitab Bakti, adalah salah satu literatur penting dalam ajaran Khong Hu Cu / Kongzi.
Karya ini memuat landasan moral dan spiritual tentang pentingnya laku bakti ( Hauw / Xiao ) seorang anak kepada orang tua, yang menjadi dasar dari seluruh kebajikan.
Zeng Zi ( Zeng Zu )
Penulis dan Isi Utama Kitab ini ditulis oleh Zeng Zi ( Zeng Zu ), salah satu murid utama Khong Hu Cu / Kongzi.
Kitab ini berisi dialog atau percakapan antara Khong Hu Cu / Kongzi dan Zeng Zi ( Zeng Zu ) mengenai makna terdalam dari berbakti.
18 Bab
Hauw Keng / Xiao Jing terdiri dari 18 Bab yang membahas bagaimana laku bakti harus diterapkan, mulai dari lingkungan keluarga hingga pengabdian kepada negara dan masyarakat.
Isi Hauw Keng / Xiao Jing / Kitab Bakti adalah :
- Kata Pembuka untuk memuliakan kebenaran gemilang
- Bakti seorang kepala negara
- Bakti seorang Raja Muda
- Bakti seorang Menteri / Pembesar
- Bakti seorang Pegawai / Siswa
- Bakti orang kebanyakan
- Tiga Dasar Ajaran ( San Cai )
- Dengan laku bakti mengatur negara
- Pemerintahan seorang Nabi
- IkhtiarLaku Bakti
- Lima macam hukuman
- Meluaskan jalan suci yang perlu
- Meluaskan kebajikan swmpurna
- Meluaskan nama baik
- Memperingatkan Jian Zheng
- Pengaruh dan tanggapan
- Mengabdi pemimpib
- Kematian orang tua
Sendi Utama
Dalam Ajaran Khong Hu Cu, Laku bakti ( Hauw / Xiao ) adalah sendi utama dan dipandang sebagai akar dari segala kebajikan dan tindakan kemanusiaan dalam ajaran Khong Hu Cu.
Tujuan Hidup.
Memuliakan hubungan antar manusia dan menjaga tubuh yang diberikan oleh orang tua dengan cara hidup lurus dan menegakkan kebenaran.
Pendidikan Dasar.
Pada zaman dahulu, kitab ini menjadi dasar pendidikan wajib sebelum seseorang mempelajari kitab-kitab suci yang lebih mendalam, seperti Si Shu dan Wu Jing ( Su Si dan Ngo Keng )
Hauw Keng / Xiao Jing ( Kitab Bakti ) adalah salah satu kitab suci dalam agama Khong Hu Cu yang secara khusus membahas pedoman laku bakti ( Hauw / Xiao ), yang menjadi dasar dari segala kebajikan, budi pekerti, dan bentuk penghormatan kepada Tian / Tuhan Yang Maha Esa.
Bakti sebagai Pokok Kebajikan.
Laku bakti ( Hauw / Xiao ) adalah akar dari segala kebajikan dan sumber pendidikan moral manusia.
Menjaga Tubuh dan Perilaku.
Laku bakti diawali dengan menjaga tubuh, rambut, dan kulit yang diterima dari orang tua dengan penuh tanggung jawab, serta tidak melakukan tindakan tercela yang dapat mencemarkan nama baik keluarga.
Kepatuhan dan Nasihat:
Anak wajib menghormati orang tua, merawat mereka di hari tua, dan mendengarkan nasihat mereka.
Namun, jika orang tua melakukan kesalahan atau kekeliruan, anak berkewajiban untuk mengingatkan atau menegur dengan cara yang sopan dan penuh kasih sayang.
Memuliakan Nama Keluarga.
Laku bakti yang tertinggi adalah mengembangkan diri, mengamalkan ajaran moral, dan berprestasi sehingga nama orang tua dan leluhur menjadi harum serta dimuliakan di masyarakat.
Dari Keluarga hingga Berbakti kepada Tian.
Laku bakti tidak hanya terbatas pada orang tua di rumah, tetapi meluas menjadi sikap hormat kepada atasan/pemerintah, kesetiaan kepada negara, hingga ketaatan manusia kepada Tian.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

