Ji Long Sin / Er Lang Shen ( 二 郎 神 ) adalah dewa perang terkemuka dalam mitologi Tionghoa yang dikenal karena mata ketiga di tengah dahinya yang mampu melihat kebenaran.
Mata Ketiga ( Zhong Tian Yan )
Menembus penyamaran, kebohongan, dan melihat kebenaran di tiga alam.
Senjata Khas beliau adalsh Tombak bermata tiga ( Dan Jian Dao ).
Pendamping Setia beliau adalah Anjing langit penurut ( Xiao Tian Quan ).
Sering muncul dalam cerita rakyat, termasuk pertarungannya yang sengit melawan Sun Wu Kong ( Raja Kera ) dalam novel Perjalanan ke Barat / Se Yu Ki (Journey to the West).
Ji Long Sin / Er Lang Shen adalah tokoh Legendaris.
Beliau iti Identik dengan Yang Jian, keponakan dari Kaisar Giok / Kaisar Giok / Ksusar Pualam ( Jade Emperor ) / Giok Hong Siang Te / Yi Huang Ds Di dalam mitologi Tionghia
Dipercaya merupakan penokohan dewa dari Li Er Lang adalah putra Li Bing seorang gubernur Si Chuan masa Dinasti Qin yang berjasa membangun sistem irigasi Du jiang Yan.
SEJID
Hari kebesaran Dewa Er Lang Shen diperingati pd Pe Fwe Ji Pwe, Im Yang Lek ( Lunisolar Calender )
LEGENDA
Menurut legenda,
Ji Long Sin / Er Lang Shen ( 二 郎 神 ) adalah Li Er Lang ( 李 二 郎 ) putra dariLi Bing ( 李 冰 ), seorang gubernur dari propinsi Si Chuan yang hidup pada jaman Negara-Negara Berperang.
Pada waktu itu Sungai Min ( Min-Jiang, salah satu cabang Sungai Yang Zi yang bermata air di wilayah Si Chuan) seringkali mengakibatkan banjir di wilayah Guan-Kou ( dekat Cheng Du ).
Sebagai gubernur yang peka akan penderitaan rakyat,
Lǐ Bīng segera mengajak putranya Lǐ Èr Láng meninjau daerah bencana dan memikirkan penanggulangannya.
Rakyat Guan- Kou yang sudah putus asa menghadapi bencana banjir yang selalu menghancurkan rumah dan sawah ladang, tampak pasrah dan mengandalkan para dukun untuk menghindarkan bencana.
Para dukun menggunakan kesempatan ini untuk memeras dan menakut-nakuti rakyat.
Dikatakan bencana banjir itu diakibatkan karena Raja Naga ingin mencari istri.
Maka penduduk diharuskan setiap tahun mengirimkan seorang gadis untuk dijadikan pengantin Raja Naga di Sungai Min itu.
Maka tiap tahun diadakan upacara penceburan gadis di sungai yang dipimpin oleh dukun dan diiringi oleh ratap tangis orang tua sang gadis.
JI LONG SIN / ER LANG SHEN
( 二 郎 神)
Lǐ Bīng bertekad mengakhiri semua ini dan berusaha menyadarkan rakyat bahwa bencana dapat dihindari asalkan mereka bersedia bergotong-royong memperbaiki aliran sungai.
Usaha ini tentu saja ditentang keras oleh para dukun yang melihat bahwa mereka akan rugi apabila rakyat tidak percaya lagi pada mereka.
Untuk menghadapi mereka, Lǐ Bīng mengatakan bahwa putrinya bersedia menjadi pengantin Raja Naga untuk tahun itu.
Dia minta sang dukun untuk memimpin upacara. Sebelumnya Lǐ Bīng memerintahkan Lǐ Èr Láng untuk menangkap seekor ular air yang sangat besar, dimasukkan dalam karung dan disembunyikan di dasar sungai.
Pada saat diadakan upacara mengantar pengantin di tepi sungai, Lǐ Bīng mengatakan pada dukun kepala, bahwa ia ingin sang Raja Naga menampakkan diri agar rakyat bisa melihat wajahnya. Sang dukun marah dan mengeluarkan ancaman.
Tapi Lǐ Bīng yang telah bertekad mengakhiri praktek yang kejam dan curang ini bersikeras agar sang dukun menampilkan wujud Raja Naga.
Pada saat yang memungkinkan untuk bertindak, Lǐ Bīng memerintahkan Lǐ Èr Láng untuk terjun ke sungai dan memaksa sang Raja Naga untuk keluar.
Setelah menyelam sejenak Lǐ Èr Láng muncul kembali sambil menyeret bangkai ular air itu ke tepi.
Penduduk menjadi gempar. Lǐ Bīng menyatakan bahwa sang Raja Naga yang jahat sudah dibunuh, rakyat tidak usah risau akan gangguannya lagi dan tidak perlu mengorbankan anak gadis setiap tahun.
Setelah itu Lǐ Bīng mengajak rakyat untuk bergotong-royong membangun bendungan untuk mengendalikan Sungai Min.
Usaha ini akhirnya berhasil dan rakyat di daerah itu terbebas dari bencana banjir. Untuk memperingati jasa-jasa Lǐ Bīng dan Lǐ Èr Láng di tempat itu kemudian didirikanlah klenteng peringatan, Kuil Er Wang ( 二 王 庙 Èr Wáng Miào).
KLENTENG
Dewa Ji Long Sin / Er Lang Shen ( 二 郎 神 ) di Klenteng Er Wang ( Dua Raja ) Du Jiang Yan, Si Chuan, Tiongkok
Dewa Ji Long Sin / Er Lang Shen ( 二 郎 神 ) di Klenteng Er Wang ( Dua Raja ) Du Jiang Yan, Si Chuan, Tiongkok
VERSI LAIN
Ada versi / pendapat lain mengatakan bahwa sebetulnya Èr Láng Shén adalah Zhao Yu yang hidup pada jaman Dinasti Sui ( 581-618 SM ).
Kaisar Sui Yang Di ( 605-617 SM ) mengangkatnya sebagai walikota Jia Zhou.
Ia pernah membunuh seekor naga yang ganas di sungai dekat kota itu.
Oleh penduduk kota Ia kemudian diangkat menjadi Èr Láng Shén. Pada saat itu Ia berumur 26 tahun.
MENGHILANG KE LANGIT
Setelah kerajaan Sui runtuh, Ia menghilang tidak tentu rimbanya. Pada suatu ketika Sungai Jia Zhou kembali meluap, di antara halimun dan kabut yang menyelimuti daerah itu, terlihat seorang pemuda menunggang kuda putih, diiringi beberapa pengawal, membawa anjing dan burung elang, lewat di atas sungai itu. Itulah Zhao Yu yang turun dari langit.
Untuk mengenang jasa-jasanya penduduk mendirikan klenteng di Guan-Kou dan menyebutnya Er Lang dari Guan-Kou.
Oleh Kaisar Zheng-Zong dari dinasti Song, Ia diberi gelar Qing Yuan Miao Dao Zhen Jun ( Ceng Goan Biau To Cin Kun ), yang berarti Malaikat Berkesusilaan bagus.
Patung Dewa Ji Long Sin / Er Lang Shen ( 二 郎 神 )
Ji Long Sin / Èr Láng Shén banyak dipuja di Propinsi Sichuan. Beberapa klenteng besar yang didirikan khusus untuknya terdapat di Chengdu yaitu Er Lang Miao, di Guan Xian dengan nama Guan Kou Miao, di Baoning, Ya-an dan beberapa tempat lain dengan nama Er Lang Miao.
Kecuali Sichuan, Propinsi Hunan juga memiliki beberapa klenteng Er Lang yang cukup kuno.
Ji Long Sin / Èr Láng Shén ditampilkan sebagai seorang pemuda tampan bermata tiga, memakai jubah keemasan, membawa tombak bermata tiga, diikuti seekor anjing, kadang-kadang ditambah dengan seekor elang.
Dia dianggap sebagai Dewa Pelindung Kota-Kota di tepi sungai dan sering ditampilkan bersama Maha Dewa Tai Shang Lao Jun ( 太 上 老 君 ) sebagai pengawal.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

