KHONG HU CU

KHONG HU CU

SEKILAS MENGENAL  KHONG HU CU Pada tahun 551 SM yang…

SEKILAS MENGENAL 

KHONG HU CU

Pada tahun 551 SM yang lalu datang ke dunia seorang manusia suci, kedatangan seekor kilin menjadi tanda bahwa manusia ini adalah seorang besar, beliau adalah 孔夫子 Kong Fu Zi ( Khong Hu Cu ) / Kongzi. 

Khong Hu Cu alias Guru Besar Khong biasa disebut juga Kongzi yang terlahir sebagai Khong Qiu / Zhong Ni / Tiong Ni. Ayah nya bernama Khong Hut / Shu Liang He ( Siok Liang Hut ). Ibu nya bernama Yen Zheng Zai ( Gan Tin Cay ).

Khong Qiu / Tiong Ni lahir pada Pee Gwe Ji Cit 551 SM..

KITAB SUCI

Kitab Suci Agama Khong Hu Cu adalah :

Shi Su ( Su Si ) / Empat Buku &

Wu Jing ( Ngo Keng ) / Lima Kitab

Shi Su terdiri dari :

1. Da Xue / Tay Hak / Ajaran Besar

2. Zong Yong / Tiong Yong / Tengah Sempurna

3. Lun Yue / Lun Gie. Kitab ini berisi uraian sabda sabda Khong Hu Cu.

4. Mengzi / Bengzu. Kitab ini berisi uraian Ajaran Khong Hu Cu oleh Mengzi. Mengzi adalah seorang Konfusinis yang hidup pada 372 SM - 289 SM )

Wu Jing terdiri dari :

1. Shi Jing ( Kitab Nyanyian )

2. Shu Jing ( Kitab Sejarah )

3. Yi Li / Le Ki ( Kitab Susila )

4. Yi Jing / I Ching ( Kitab Perubahan )

5. Zhun Ciu Jing / Chun Ciu Keng ( Kitab Hikayat zaman Semi & Gugur )

Ribuan tahun sudah Guru Besar Khong wafat, namun ajaran kebajikan Guru Besar Khong tetap lestari membimbing manusia menempuh jalan suci.

Prinsip hidup dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh Guru Besar Khong telah mendarah daging dan menjadi the way of life & the way of thingking secara sadar atau tidak sadar bagi kami.

"Adapun yang dinamai untuk membina diri harus lebih dahulu meluruskan hati itu ialah : 

1. Diri yang diliputi geram dan marah, tidak dapat berbuat lurus,

2. Diri yang diliputi takut dan khawatir tidak dapat berbuat lurus, 

3. Diri yang diliputi suka dan gemar, tidak dapat berbuat lurus, 

4. Diri yang diliputi sedih dan sesal, tidak dapat berbuat lurus.

Hati yang tidak pada tempatnya, sekalipun melihat takkan tampak, meski mendengar takkan terdengar dan meski makan takkan merasakan.

Inilah sebabnya dikatakan, bahwa untuk membina diri itu berpangkal pada melurus hati"

Ajaran Besar, Bab VII Meluruskan Hati Membina Diri

Kita memperingati hari kelahiran Guru Agung nan Mulia, Sheng Ren Kongzi. Genta rohani pembimbing manusia menempuh jalan suci.

RIWAYAT KHONG HU CU

Sejarah Suci kehidupan Nabi Agung Kongzi (Khonghucu) dari lahir hingga wafat.

Khong Hu Cu atau Konfusius, kadang-kadang sering hanya disebut Kongcu / Kongzi (Hanzi: 孔夫子、孔子, hanyu pinyin: Kongfuzi、Kongzi) (551 SM – 479 SM) adalah Nabi Besar dan juga seorang guru atau orang bijak yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok. 

Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. 

Oleh para pemeluk agama KHong Hu Cu, ia diakui sebagai Nabi.

Confucius

(Tionghoa: 孔 ; Pinyin: Kong[1]) (Tiong: 丘 ; Py: Qiū)

Pengaruh Nabi Khong Hu Cu / Kongzi terhadap peradaban Tiongkok tidak boleh dianggap enteng; ajarannya telah meluas ke Jepang, Korea dan Vietnam, khususnya melalui Konfusianisme, doktrin yang dikembangkan murid-muridnya dan para komentator.

Buku Analek ( Lun Yue / Lun Gi ) adalah sebuah karya singkat yang berisi diskusi dan pembicaraannya dengan murid-muridnya.

Karyanya tersebut disusun setelah dia meninggal dan berisi inti-inti ajarannya.

Nabi Khong Hu Cu / Kongzi adalah putra bungsu Shu Liang He Siok Liang Hut ) & Yan Zheng Zai ( Gan Tin Cay ).

Kongzi mempunyai 9 kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki yang cacat kaki bernama Meng-bi. Ibunya bernama Yan Zheng Zai.

Kongzi lahir pada tanggal 27 bulan 8, Pwe Gwe Ji Cit 551 SM di Negara Lu, Kota Zou Yi, Desa Chang Ping di lembah Kong Song (kini Qu Fu, Provinsi Shandong). 

Nama kecil Kongzi adalah Qiu yang berarti bukit alias Zong Ni artinya Putera kedua dari bukit Ni, dia menikah dengan puteri Negeri Song yang bermarga Qi Guan. 

Dari pernikahan ini mendapat seorang putera yang diberi nama Li yang berarti ikan gurami alias Bo Yu. 

Diberi nama demikian karena pada kelahiran puteranya dia telah diantari ikan gurami oleh Raja Muda Negeri Lu yang panggilannnya Lu Zhao Gong. 

Selain Li, 

Nabi Khong Hu Cu / Kongzi masih mempunyai dua orang puteri yang seorang menjadi isteri Gong Ye Chang, murid dia.

Kronologi tahun

Usia 3 tahun ayah Kongzi yakni Shu Liang He ( Siok Liang Hut ) wafat.

Usia 6 tahun Kongzi telah menunjukkan sifat-sifat kenabiannya; dalam bermain senang mengajak dan memimpin kawan-kawan nya menirukan orang melakukan ibadah dan sembahyang.

Usia 15 tahun Kongzi telah memiliki semangat belajar yang luar biasa.

Usia 19 tahun Kongzi menikah dengan seorang gadis dari marga Jian Guan ( Kian Koan Si ) dari Negeri Song.

Usia 20 tahun, Kongzi diangkat menjadi Menteri Lumbung oleh Keluarga Besar Ji.

Usia 21 tahun, Kongzi dikaruniai seorang putera yang diberi nama Li alias Bo Yu.

Dia memiliki 1 orang anak perempuan bernama Kong Rao dan seorang anak laki-laki bernama Kong Li.

Usia 24 tahun, ibu Kongzi wafat. 

Ia berkabung selama 3 tahun. 

Jenazah kedua orang tuanya dimakamkan di gunung Fang Shan.

Setelah selesai masa berkabung dia sudah banyak menerima murid.

Usia 29 tahun Kongzi belajar musik kepada Shi Xiang, seorang guru musik termasyur.

Usia 30 tahun Kongzi disertai dua orang muridnya; Nan-Gong Jing-Shu dan Meng Yi Zi (keduanya putera bangsawan besar keluarga Meng, yakni Meng-xi Zi. 

Ia berkunjung ke ibu kota Negeri Zhou, disana dia bertemu dengan penjaga perpustakaan kerajaan bernama Lao Dan (Nabi Lao Tze) dan guru musik bernama Chang Hong.

Usia 35 tahu, Kongzi pergi ke negeri Qi karena negeri Lu terjadi kekalutan dan Raja mudanya Lu Zhao Gong lari ke negeri Qi. 

Waktu itu negeri Qi diperintah oleh Raja Muda Qi Jing Gong dengan Perdana Menterinya Yang Ying atau Yan ping Zhong yang terkenal pandai.

Usia 36 tahun, Kongzi kembali ke negeri Lu dan meneruskan mendidik murid-muridnya.

Usia 51 tahun sampai 55 tahun, Kongzi aktif dalam pemerintahan yang waktu itu Raja Mudanya ialah Lu Ding Gong. 

Kongzi pernah menjabat sebagai Wali kota Zhong Dou dan Menteri Pekerjaan Umum.

Jabatan yang tertinggi dan terakhir adalah sebagai Perdana Menteri merangkap Menteri Kehakiman (Da Si Kou).

Usia 56 tahun pada hari Dong Zhi, Kongzi meninggalkan negeri Lu dan mulai pengembaraannya ke berbagai negeri sebagai Tian Zhi Mu Duo (Genta Rohani Tuhan). Tian (Tuhan Yang Maha Esa) telah mengutusNya sebagai Nabi Segala Masa, Yang Lengkap, Besar dan Sempurna (Ji Da Cheng). Kongzi mengembara lebih kurang 13 tahun.

Tahun 483 SM Li atau Bo Yu, putera Nabi kongzi meninggal dunia

Tahun 482 SM Yan Hui, murid Kongzi yang termaju dan diharapkan menjadi penerus dia meninggal dunia.

Tahun 481 SM salah seorang pegawai Keluarga Besar Ji Kang Zi telah membunuh Qi Lin (Binatang suci Killin) dalam perburuan Raja Muda Lu Ai Gong, yang memberikan pertanda akan berakhirnya masa kehidupan Kongzi.

Akhir tahun 480 SM Zi Lu atau Zhong Yu (murid Nabi Kongzi yang gagah berani penuh kejujuran) gugur di Negeri Wei karena di sana terjadi pemberontakan.

Tanggal 18 Erl Yue (bulan dua) 479 SM, Kongzi yang juga dikenal sebagai Nabi Khong Hu Cu wafat.

Para Raja Muda Lu yang memerintah selama masa hidup Khonghucu ialah: Lu Xiang Gong, Lu Zhao Gong, Lu Ding Gong dan terakhir Lu Ai Gong.

Peninggalan Khong Hu Cu

Karya-karya dari Khong Hu Cu dapat dibedakan menjadi dua pengelompokkan, 

Pertama merupakan hasil suntingan terhadap beberapa karya-karya dari periode-periode sebelumnya. 

Kedua, yang berisi tentang ujaran-ujaran Kong kepada murid-muridnya.

Berikut ini penjelasan dari masing-masing yang termasuk dalam kelompok pertama, yaitu:

Shi Jing (Kitab Nyanyian).

Merupakan kumpulan tulisan yang terdiri dari 305 puji-pujian dalam berbagai bahasan, dan didalamnya terdapat 6 yang mempergunakan musik dan judul tanpa teks. Kumpulan tulisan ini umumnya berasal dari masa awal dinasti Zhou, sebelum Kong Zi

Shu Jing (Buku tentang Sejarah)

Merupakan kumpulan dokumen sejarah yang dimulai dari proklamasi raja Yao yang agung (2757 – 2258 SM) hingga Bangsawan Mu dari Chi (659 – 621 SM)

Yi Li (Buku tentang Upacara)

Merupakan buku yang berisi kumpulan upacara-upacara dan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dimasa feodal.

Yi Jing ( Kitab tentang Perubahan )

Merupakan kumpulan tulisan yang menerangkan tentang prinsip-prinsip kosmis dan evolusi sosial yang didasarkan atas ramalan dengan menggunakan Oktogram.

Yue Jing (Buku tentang Musik)

Merupakan kumpulan tulisan yang dikumpulkan pada masa sebelum Dinasti Han, namun pada masa perkembangannya ada beberapa bab yang hilang, dan lebih dikenal sebagai Li Chi.

Ch’un Ch’iu (Musim Semi dan Gugur) merupakan kritik sejarah tentang politik selama pemerintahan 12 Bangsawan dari negara Lu.

Dan karya-karya yang tergolong dalam kelompok kedua adalah sebagai berikut:

Lun Yu / Lun Gi (Analek)

Merupakan kumpulan catatan percakapan antara Khong Hu Cu dengan murid-muridnya.

Zong Yong / Tiong Yong (Doktrin tentang Ajaran Jalan Tengah) 

Merupakan kumpulan ujaran Khong Hu Cu mengenai Jalan tengah (Tao). 

Tao merupakan inti pokok dari semua pemikiran filsafat Tiongkok.

Kitab ini disusun oleh Tzu Ssu (492 – 431 SM) yang merupakan cucu dari Khong Hu Cu.

Da Xue (Ajaran Agung) berisi tentang Ajaran-ajaran Agung Khong Hu Cu

Kitab ini disusun oleh Tseng Tzu (505-436 SM), dari Tseng Tzu inilah terus berkelanjutan ke murid lainnya, termasuk Tzu Ssu (492-431 SM) turut andil dalam menulis ujaran Khong Hu Cu yang juga merupakan guru dari Meng Tzu.

Gelar anumerta

Oleh Raja Lu Ai Gong diberi sebutan Ni Fu yang berarti Bapak Yang Mulia Ni.

Oleh Kaisar dinasti Han: Han Ping Di diberi gelar Cheng Xuan Ni Gong yang bermakna Pangeran Ni Yang Sempurna dan Cerah Bathin.

Pada tahun 492 gelar itu diubah menjadi Wen Sheng Ni Fu yang bermakna Yang Mulia Bapak Ni Nabi Yang Menyeluruh Sempurna.

Oleh Kaisar Shun Zhi, Kaisar pertama Dinasti Man-Chu pada tahun 1645 gelar itu diubah menjadi Da Cheng Zhi Sheng, Wen Xuan Xian Shi Kong Zi yang bermakna Kongzi Guru Purba Yang Cerah Menyeluruh, Nabi Agung Yang Besar Sempurna.

Tetapi 12 tahun kemudian gelar itu disingkat menjadi Zhi Sheng Xian Shi Kong Zi yang bermakna Kongzi Guru Purba Nabi Agung.

Gelar untuk Nabi Khonghucu/Kongzi yang tersurat di dalam Kitab Shi Shu (Kitab Yang Empat) antara lain adalah 

Tian Zhi Mu Duo yang bermakna Genta Rohani Tuhan; 

Zhi Cheng yang bermakna Yang Sempurna Iman; 

Zhi Sheng yang bermakna Nabi Agung 

dan Ji Da Cheng yang bermakna Nabi Yang Lengkap Besar dan Sempurna.

Di dalam Kitab Mengzi 5B:1/5 disuratkan:

"Bo Yi, ialah Nabi Kesucian; 

Yi Yin ialah Nabi Kewajiban; 

Liu Xia Hui ialah Nabi Keharmonisan; 

dan Khong Hu Cu ialah Nabi Segala Masa. 

Maka Nabi Khong Hu Cu dinamai yang lengkap, besar dan sempurna.

 Yang dimaksud dengan lengkap, besar dan sempurna ialah seperti suara musik yang lengkap dengan lonceng dari logam dan lonceng dari batu kumala (Jin Sheng Yu Zhen yang menjadi lambang kita Genta Harmoni). 

Suara lonceng dari logam sebagai pembuka lagu yang memadukan keharmonisan menunjukkan kebijaksanaan Nya dan sebagai penutup lagu menunjukkan paripurnanya karya kenabian Nya.