Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
KUMARAJIVA

Kumārajīva ( 344–413 M ) adalah seorang bhikshu, cendekiawan, dan penerjemah kenamaan asal Kerajaan Kucha, yang berjasa besar dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Buddha Mahayana di Tiongkok.
KERAJAAN KUCHA
Kerajaan Kucha berasal dari wilayah oasis di Cekungan Tarim, tepatnya di sisi utara Gurun Taklamakan yang kini menjadi daerah Xinjiang, Tiongkok.
Asal-Usul dan Latar Belakang Lokasi Terletak di jalur utara Jalur Sutra kuno, diapit oleh Pegunungan Tianshan.
Mayoritas penduduknya berasal dari keturunan Indo-Eropa yang berbicara menggunakan bahasa rumpun Tocharian ( bahasa Kucha ).
Menjadi salah satu kerajaan atau negara-kota terbesar di Wilayah Barat pada masa kekuasaan dinasti-dinasti Tiongkok kuno seperti Dinasti Han hingga Dinasti Tang.
Kucha dikenal sebagai pusat penting penyebaran agama Buddha aliran Sarwastiwada di Asia Tengah.
Kumarajiva dikenal luas karena memimpin penerjemahan berbagai kitab suci penting agama Buddha ( Sutra ) dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin dengan kualitas sastra dan keakuratan yang tinggi.
PENYEBAR MADHYAMAKA
Kumārajīva memperkenalkan dan memperdalam filosofi Madhyamaka ( ajaran kekosongan atau Śūnyatā dari Nāgārjuna ) di Tiongkok, yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan aliran Buddha Mahayana di kawasan tersebut.
PENGUASA TRIPITAKA
Kumarajiva menguasai secara mendalam isi Tripitaka ( Sutra, Vinaya, dan Abhidharma ) sehingga mendapat kehormatan sebagai salah satu Guru Tripitaka terbesar dalam sejarah Buddhisme.
Kumārajīva memimpin proyek penerjemahan besar-besaran berbagai naskah dan sutra penting Buddha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin.
Hasil terjemahannya dikenal sangat akurat, indah, dan mudah dipahami.
PENGEMBANG ALIRAN MAHAYANA
Pada awalnya ia mempelajari aliran Sarvastivada, namun kemudian ia mendalami dan mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan ajaran Mahayana.
Terjemahan terkenal darinya meliputi
- Sutra Lotus / Myoho Renge Kyo ) / Saddharma Pundarika Sutra /Mei Fa Lien Hua Jing
- Sutra Berlian /Vajracchedika Prajnaparamita Sutra yang menjadi fondasi penting perkembangan Buddhisme di Asia Timur
Wihara Kumarajiva di Wuwei, Tiongkok, adalah wihara berusia lebih dari 1.600 tahun yang dibangun pada masa era Liang Akhir ( Dinasti Jin Timur ) untuk mengenang jasa bhiksu dan penerjemah kitab suci Buddha, Kumarajiva.
SEJARAH SINGKAT PENDIRIAN
Dibangun sekitar abad ke-4 hingga ke-5 Masehi di kota Wuwei ( dulu dikenal sebagai Liang Zhou ), sebuah titik penting di Koridor Hexi di Jalur Sutra.
Wihara tersebut dinamai dari Kumarajiva ( 344–413 M ), seorang bhikshu besar asal Kucha ( wilayah barat Tiongkok / Xinjiang sekarang ) yang lahir dari keturunan India.
Ia tinggal dan berkarya di Liang Zhou sebelum meneruskan perjalanan ke Chang'an untuk menerjemahkan ratusan teks Buddhis ke dalam bahasa Mandarin.
KEUNIKAN
Wihara ini menjadi satu-satunya kuil Buddha di dunia yang dinamai secara khusus untuk menghormati seorang manusia atau tokoh tertentu.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

