Kwan Im / Kuan Yin (Avalokitesvara Bodhisattva)
Hampir kebanyakan umat Buddha mengenal bahwa Avalokitesvara Bodhisatva ( Kuan Im Posat ) adalah Bodhisatva Posat ) yang penuh welas asih bagi semua mahluk dalam ajaran Buddhisme Mahayana dan Vajrayana, dipuja sebagai pelindung yang senantiasa mendengarkan suara penderitaan semua makhluk.
Hari Kebesaran (Sejid)
Diperingati sebanyak tiga kali dalam sebulan tanggal 19 berdasarkan penanggalan Lunisolar Imlek (Im Yang Lek):
- Tanggal 19 Bulan 1 Imlek (Cia Gwe Cap Kauw): Hari Kelahiran Avalokitesvara Bodhisattva.
- Tanggal 19 Bulan 6 Imlek (Lak Gwe Cap Kauw): Hari Mencapai Kesempurnaan/Pencerahan.
- Tanggal 19 Bulan 9 Imlek (Kauw Gwe Cap Kauw): Hari Mencapai Parinirvana/Meninggalkan Dunia Fana.
Ketiga perayaan tersebut terjadi pada tahun berapa ?Tidak ada yang tau karena sesungguhnya Avalokitesvara adalah Bodhisatva yang tidak dilahirkan secara fisik sebagai manusia.
Gender dan Manifestasi Wujud
- Perspektif Gender: Di Tibet, Nepal, dan India, sosoknya dikenal sebagai wujud pria. Di negara-negara Asia Timur dan Tenggara (Tiongkok, Taiwan, Korea, Jepang, Indonesia, dll.), dipuja dalam wujud wanita—salah satunya dipengaruhi oleh populerisasi Legenda Putri Miao San. Pria maupun wanita adalah representasi duniawi; sebagai Bodhisattva, wujudnya bersifat transendental.
- Wujud Berkelimpahan: Berdasarkan Saddharma Pundarika Sutra (Sutra Teratai) Bab 25 (Samantamukha Parivarta / Po Bun Pin), Avalokitesvara dapat menjelma menjadi berbagai wujud sesuai kebutuhan makhluk yang ditolong.
Wujud Populer Avalokitesvara
- Sahasrabhuja (Seribu Tangan & Mata / Jien Sou Kuan Yin): Melambangkan kemampuan melihat dan menolong penderitaan makhluk di segala penjuru.
- Ekadasamukha (Berwajah Sebelas): Melambangkan pengamatan penderitaan dari berbagai sudut dan alam kehidupan.
- Bai Yi Guan Yin (Berjubah Putih): Melambangkan kesucian hati yang murni.
- Yu Lan Guan Yin (Duduk di Atas Ikan): Melambangkan perlindungan bagi kehidupan perairan dan penyelamatan dari bahaya.
Praktik Spiritual dan Paritta/Mantra
Dalam menyambut hari kebesaran beliau, umat lazimnya melatih diri dengan bervegetaris (cia cay), melatih welas asih, mengendalikan emosi, serta mendaraskan sutra/mantra (Liam Keng):
- Maha Karuna Dharani (Tai Pi Ciu / Da Pei Cou)
- Gao Wang Guan Shi Yin Jing (Ko Ong Kuan Si Im Keng)
- Samantamukha Parivarta (Po Bun Pin)
admin

