Pada suatu hari, Lu Ji yang kala itu berusia enam tahun, berkesempatan menghadiri sebuah jamuan makan. Di sana, ia diberikan beberapa buah jeruk yang segar dan manis. Namun, alih-alih menikmatinya sendirian, Lu Ji justru melakukan sesuatu yang tidak terduga. Dengan diam-diam, ia menyembunyikan buah-buah jeruk tersebut ke dalam lipatan bajunya agar bisa ia bawa pulang untuk sang ibu.
Saat Lu Ji memberi hormat hendak berpamitan pulang, buah-buah jeruk yang ia sembunyikan terjatuh. Aksinya pun diketahui oleh para tamu yang kemudian bertanya dengan penuh rasa penasaran mengapa ia tidak memakan buah lezat tersebut. Dengan polos namun penuh kasih, Lu Ji menjawab bahwa ia ingin ibunya juga dapat mencicipi betapa nikmatnya buah itu.
Jawaban yang lahir dari ketulusan hati seorang anak kecil itu sontak membuat para tamu yang hadir merasa terharu. Mereka tidak menyangka bahwa di usianya yang sangat muda, Lu Ji telah memiliki rasa bakti dan perhatian yang begitu mendalam kepada orang tuanya.
Pesan Moral:
Kebaikan tidak selalu tentang hal besar. Mengingat orang tua di tengah kenikmatan pribadi adalah cerminan budi pekerti yang luhur dan bentuk bakti yang paling tulus.


