Meng Zong adalah seorang pria yang hidup pada zaman Tiga Kerajaan di Tiongkok. Sejak ayahnya meninggal dunia saat ia masih kecil, ia tumbuh besar bersama ibunya dalam kehidupan yang penuh keterbatasan. Suatu ketika di musim dingin yang sangat ekstrem, ibunya jatuh sakit parah. Dalam kondisi yang lemah, sang ibu menyampaikan keinginan untuk memakan sup rebung sebagai obat untuk kesembuhannya.
Permintaan tersebut membuat Meng Zong bingung karena di tengah salju dan tanah yang membeku, rebung mustahil untuk tumbuh. Meski begitu, demi baktinya kepada sang ibu, ia tetap memberanikan diri pergi ke hutan bambu dengan membawa sekop. Setibanya di sana, ia hanya mendapati hamparan salju dan batang bambu yang beku. Pencariannya yang sia-sia membuatnya putus asa hingga ia terduduk lemas dan menangis sejadi-jadinya di bawah rimbunnya bambu.
Di tengah kesedihannya, sebuah keajaiban terjadi. Karena ketulusan hatinya yang luar biasa dalam berbakti, tanah yang membeku di depannya tiba-tiba retak dan memunculkan tunas-tunas rebung yang segar. Dengan perasaan syukur yang meluap, Meng Zong segera memanen rebung tersebut dan membawanya pulang untuk dimasak menjadi sup bagi ibunya. Setelah meminum sup tersebut, kondisi kesehatan ibunya berangsur pulih.
Pesan Moral:
Ketulusan dan kasih sayang yang tulus mampu melampaui keterbatasan serta mendatangkan harapan di tengah kesulitan yang paling besar sekalipun.
Banyak keluarga Tionghoa dahulu menghafal kisah-kisah ini sebagai pendidikan moral. Namun sekarang biasanya yang ditekankan bukan tindakan ekstremnya, melainkan nilai inti seperti hormat, syukur, perhatian, dan tanggung jawab terhadap orang tua.

