MENSIUS

MENSIUS / MENGZI / BENG CU =  MURID KONGZI /…

MENSIUS / MENGZI / BENG CU = 

MURID KONGZI / KHONG HU CU

Mensius / Mengzi / Bengcu (371–289 SM) adalah filsuf Konfusianisme terpenting setelah Kongzi / Khong Hu Cu yang dianggap sebagai penerus ajaran suci Kongzi / Khong Hu Cu.

Mensius atau Mengzi / Bengcu ( Hanzi: 孟 子), 372 SM - 289 SM, adalah seorang filsuf Tiongkok. 

Ia adalah penerus ajaran Khong Hu Cu / Kongzi yang hidup sekitar 300 tahun setelah wafatnya Kongzi / Khong Hu Cu. 

Ia telah banyak belajar dari cucu Kongzi / Khong Hu Cu yang bernama Zi Si ( Cu Su ) yang membukukan Kitab Zhong Yong / Tengah Sempurna salah satu bagian dari Kitab Shi Shu ( Shu Si ) yang merupakan tuntunan Keimanan bagi para penganut Agama 'Ru' atau Khong Hu Cu.

Meskipun hidup belakangan, 

ia berguru pada murid dari cucu Kongzi / Khong Hu Cu, yaitu Zisi. ( Cusu ).

Mensius / Mengzi / Bengcu menekankan watak manusia pada dasarnya baik dan mengembangkan ajaran Ren (cinta kasih) dan Yi (kebenaran). 

Penerus Ajaran: 

Mensius Mengzi sering disebut sebagai " 亞 聖 " (Yàshèng), yang berarti "Guru Kedua" atau "Orang Bijak Kedua" setelah Kongzi / Khong Hu Cu.

Konteks Zaman: 

Mensius / Mengzi / Bengcu hidup sekitar 100 tahun setelah wafatnya Kongzi / Khong Hu Cu, pada masa negara-negara berperang, dan bertekad meluruskan ajaran-ajaran menyimpang seperti Yangzi dan Mozi yang dianggap merusak moral masyarakat.

Pendidikan: 

Mensius / Mengzi ( Bengcu ) belajar di bawah bimbingan murid Zisi ( Cusu ), yang merupakan cucu dari Kongzi / Khong Hu Cu.

Hal ini menempatkannya dalam jalur transmisi ajaran langsung dari Kongzi / Khong Hu Cu.

Fokus Ajaran: 

Sama seperti Kongzi ( Khong Hu Cu ), Mensius / Mengzi ( Bengcu ) adalah seorang guru dan penasihat politik yang menekankan pentingnya pemerintahan yang mengutamakan cinta kasih (Ren) dan kebenaran (Yi) daripada kekuatan militer.

Kitab Suci: 

Tulisan-tulisan Mensius / Mengzi / Bengcu dikumpulkan dalam buku yang bernama Mensius / Mengzi / ( Bengcu ), yang merupakan salah satu dari empat kitab suci agama Khonghucu (Si Shu). 

Mensius / Mengzi ( Bengcu ) berperan penting dalam merumuskan kembali ajaran Kongzi ( Khong Hu Cu ) agar lebih relevan dengan situasi zaman, terutama teorinya tentang sifat dasar manusia yang baik (Xing Shan). 

Meskipun hidup belakangan, 

ia berguru pada murid dari cucu Kongzi / Khong Hu Cu, yaitu Zisi. ( Cusu ).

Mensius / Mengzi ( Bengcu ) menekankan watak manusia pada dasarnya baik dan mengembangkan ajaran Ren (cinta kasih) dan Yi (kebenaran). 

Kitab suci agama Khonghucu terdiri dari dua kelompok utama: 

* Si Shu / Su Si (Kitab Yang Empat) 

* Wu Jing / Ngo Keng (Kitab Yang Lima). 

Si Shu / Su Si berfokus pada ajaran moral dan pengembangan diri.

Wu Jing / Ngo Ken merupakan kitab klasik yang berisi sejarah, aturan kesusilaan, dan wahyu, yang menjadi panduan hidup bagi umat.

Berikut adalah rincian kitab-kitab tersebut:

1. Si Shu / Su Si (Kitab Yang Empat). Kitab ini dihimpun oleh murid-murid Nabi Kongzi dan merupakan inti ajaran: 

* Da Xue / Tai Hak (Ajaran Besar): Bimbingan pembinaan diri, keluarga, masyarakat, negara, hingga dunia.

* Zhong Yong / Tiong Yong (Tengah Harmonis): Ajaran tentang keimanan, karakter mulia, dan keseimbangan.

* Lun Yu / Lun Gi (Sabda Suci): Kumpulan percakapan Nabi Kongzi dengan murid-muridnya.

* Mengzi / Bengcu (Kitab Mengzi / Bengcu): Kumpulan percakapan Mengzi dalam menegakkan ajaran Khonghucu. 

2. Wu Jing / Ngo Keng (Kitab Yang Lima) 

* Shi Jing / Si Keng (Kitab Sanjak/Sajak): Berisi nyanyian religi, pujian kepada Tian (Tuhan), dan nyanyian upacara istana.

* Shu Jing / Su Keng (Kitab Sejarah): Dokumen sejarah suci, sabda, dan nasihat raja-raja kuno.

* Yi Jing / Ya Keng (Kitab Perubahan): Berisi tentang kejadian alam semesta dan wahyu.

* Li Ji / Le Ki (Kitab Kesusilaan/Ritus): Aturan tata krama, upacara, dan peribadahan.

* Chun Qi Jing = Chun Ciu Keng (Kitab Musim Semi dan Gugur): Catatan sejarah zaman Chunqiu yang ditulis oleh Kongzi ( Khong Hu Cu )

Selain itu, terdapat pula

* Xiao Jing / Hauw Keng (Kitab Bakti) yang menekankan perilaku Bakti sebagai akar kebajikan.