Papan Sin Ci ( Sin Cu Pai / Ling Wei) adalah papan kayu atau arwah bertuliskan nama leluhur, keluarga, atau tokoh yang sudah meninggal, yang diletakkan di atas altar penghormatan atau meja sembahyang.
神 主 牌 ( Shén Zhǔ Pái ).
Secara harafiah berarti papan roh atau tablet leluhur.
Istilah Sin Ci sendiri merupakan pelafalan dari dialek Hokkien
( 神 主 - Sîn-Tsí atau Sîn-Tsí-Pâi ).
Atau 神 位 (Shén Wèi) yang berarti kursi atau tempat bersemayam roh
FUNGSI
Sin Ci menjadi media Penghormatan & menjadi simbol kehadiran roh atau jiwa leluhur agar bisa terus dihormati, dikenang, dan didoakan oleh anak cucu.
Umumnya Sin Ci berisi ukiran nama lengkap almarhum, tanggal lahir, tanggal wafat, serta asal marga ( Se / Siang ) menggunakan aksara Mandarin.
Sin Ci ditempatkan di rumah ( meja abu/sembahyang / altar ) maupun di kelenteng / gedung perkumpulan marga.
Penghormatan Tokoh Khusus.
Dalam beberapa kasus langka, Sin Ci juga dibuat untuk tokoh masyarakat atau figur yang sangat dihormati oleh komunitas Tionghoa, seperti papan arwah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) di beberapa daerah Jawa Tengah.
FOTO
Penggunan Sin Ci tersebut pada saat ini sudah banyak bergeser dan kini tergantikan dengan foto mendiang ( alm / almh ) karena perubahan zaman.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

