PAT TE KOAN

PAT TE KOAN BERITA KEPADA HOPENG Mid bulan September 2026,…

PAT TE KOAN

BERITA KEPADA HOPENG

Mid bulan September 2026, Admin berkesempatan mengunjungi kawasan Pat Te Koan dan mencoba utk menelusuri cerita di balik nama Pat Te Koan.

👇👇👇

Sejarah Pat Te Koan di kawasan Glodok, Jakarta Barat, berasal dari tradisi dermawan abad ke-17 oleh Kapiten Tionghoa, Gan Djie dan istrinya yang menyediakan 8 teko teh gratis setiap hari di depan kantor mereka bagi warga dan pedagang yang melintas. 

Nama Pat Te Koan berasal dari bahasa Hokkien, di mana pat berarti 8 dan te-koan berarti teko teh.

Asal-Usul dan Tokoh Penting Kapiten Gan Djie: 

Tokoh masyarakat Tionghoa yang menjabat sebagai Kapiten pada sekitar tahun 1663–1675.

Aksi Sosial: 

Pasangan ini menyediakan 8 poci teh hangat setiap hari secara cuma-cuma.

Titik Singgah: 

Lokasi penyediaan teh ini menjadi tempat istirahat favorit bagi para musafir, pekerja kasar, dan pedagang keliling.

Fungsi dan Perkembangan Nama Wilayah Penunjuk Jalan: 

8 teko teh yang berjajar rapi lama-kelamaan menjadi patokan atau tanda bagi warga untuk mengenali kantor sang Kapiten.

Nama Tempat: 

Kawasan sekitar tempat tersebut kemudian populer disebut sebagai Patekoan oleh masyarakat setempat.

Transformasi Modern: 

Lokasi historis Patekoan kini diabadikan melalui keberadaan Pantjoran Tea House di ujung jalan Pancoran Glodok, yang tetap melestarikan tradisi penyediaan teh gratis bagi publik.

🙏🙏🙏

Admin