PANDUAN TRADISI PERNIKAHAN TIONGHOA
(Lamaran, Sang Jid, Cio Tao, Sembahyang Sam Kai, & Teh Pai)
Siklus hidup yang lazim dijalani oleh manusia meliputi:
- Lahir
- Balita
- Remaja
- Pemuda / Pemudi
- Dewasa
- Menikah
- Berkeluarga
- Punya Anak
- Tua
- Meninggal
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, pernikahan dipandang sah secara adat dan spiritual melalui permohonan restu kedua orang tua dalam upacara Sembahyang Sam Kai (menghadap Tian / Tikong / Tao). Selain itu, untuk memenuhi ketentuan hukum berlaku (UU No. 1 Tahun 1974 juncto UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan), pasangan juga wajib melaksanakan Upacara Pemberkatan Perkawinan sesuai ajaran agama masing-masing.
1. PROSES LAMARAN
- Waktu Pelaksanaan: Dilakukan oleh keluarga calon mempelai pria sekitar 1 hingga 3 bulan (atau hingga 1 tahun) sebelum acara Sang Jid.
- Lokasi: Kediaman calon mempelai wanita atau restoran (disesuaikan dengan situasi dan kondisi).
- Perlengkapan: Pihak pria membawa perhiasan (gelang, cincin, atau kalung) yang sebelumnya telah disepakati bersama oleh kedua calon mempelai.
Tata Cara Acara:
- Penyampaian Lamaran (Wakil Pria):
"Bapak [Nama] dan keluarga yang terhormat,
Bersama ini kami datang untuk melamar Saudari [Nama] sebagai calon istri dari putra kami, karena mereka telah saling mengenal dan merasa cocok.
Mohon berkenan Bapak dan keluarga untuk menerimanya. Semoga mereka dapat membina keluarga baru yang harmonis. Terima kasih."
- Penerimaan Lamaran: Perwakilan keluarga wanita memberikan sambutan dan menerima lamaran tersebut secara resmi.
- Penutup: Ramah tamah dan makan bersama (jamuan ringan/sederhana).
2. SANG JID (送日頭 - Sòng Rì Tou)
Sang Jid (dialek Hokkian) atau Sòng Rì Tou (Mandarin: "Mengantar Matahari") adalah ritual pertunangan atau penyerahan seserahan secara resmi dari pihak pria kepada pihak wanita.
Ketentuan Umum:
- Waktu: Berlangsung sekitar 1 bulan hingga 1 minggu sebelum hari pernikahan (pukul 10.00 – 13.00 WIB).
- Urutan Acara: Dilaksanakan setelah Lamaran, serta sebelum Sembahyang Sam Kai, Pemberkatan Nikah, dan Resepsi.
- Busana & Dekorasi: Rombongan kedua belah pihak umumnya mengenakan pakaian bernuansa merah sebagai simbol kebahagiaan dan keceriaan.
- Pemimpin Acara: Dipimpin oleh orang tua, sanak saudara, atau kerabat yang dituakan (pria/wanita, baik dari garis keturunan ayah maupun ibu).
Isi Baki / Nampan Seserahan (Biasanya berjumlah genap: 8, 9, 10, atau 12 baki):
- Pakaian untuk mempelai wanita.
- Pakaian untuk orang tua / kakek-nenek mempelai wanita.
- Pakaian / hadiah pelangkah untuk kakak mempelai wanita yang belum menikah.
- Sepatu dan sandal untuk mempelai wanita.
- Kosmetik dan perlengkapan rias untuk mempelai wanita.
- Dua Angpao Uang Susu (berisi jumlah nominal besar dan kecil; salah satunya akan dipilih dan diambil oleh pihak wanita).
- Lilin dan Hio untuk Sembahyang Leluhur.
- Makanan kaleng.
- Minuman kaleng.
- Buah-buahan (seperti jeruk, apel).
- Kue-kue tradisional/modern.
- Perlengkapan pendukung lainnya.
Urutan Acara Sang Jid:
- Kedatangan: Rombongan pihak pria membawa baki seserahan menuju rumah wanita atau venue acara. Mempelai pria dan orang tua diperbolehkan ikut.
- Penyambutan: Rombongan disambut oleh keluarga wanita. Baki diserahkan secara berurutan mulai dari pembawa baki paling senior.
- Penyimpanan Baki: Baki dibawa ke kamar mempelai wanita atau diletakkan di meja utama untuk dipilah.
- Sambutan Pihak Pria: Memperkenalkan rombongan keluarga dan menyampaikan rencana waktu penikahan/resepsi.
- Sambutan Pihak Wanita: Memperkenalkan sanak keluarga pihak wanita.
- Ramah Tamah: Santap siang bersama atas undangan pihak wanita.
- Pemilahan Seserahan: Pihak wanita mengambil sebagian isi baki dan mengembalikan sisanya kepada pihak pria.
- Penutupan & Pengembalian: Pihak wanita menyerahkan kembali baki yang telah disisakan beserta Angpao Wisit (sebagai penanda berkah/terima kasih) kepada para pembawa baki.
- Kepulangan: Rombongan keluarga pria pamit pulang.
3. CIO TAO
- Cio Tao adalah upacara tradisi inisiasi pendewasaan diri yang berakar kuat pada komunitas Tionghoa Peranakan (khususnya di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat).
- Tradisi ini bukan merupakan keharusan dan tidak dilaksanakan bagi mempelai yang pernah menikah sebelumnya.
- Walau sejatinya merupakan ritual kedewasaan independen, Cio Tao umumnya dirangkaikan langsung dengan prosesi pernikahan untuk efisiensi waktu.
4. SEMBAHYANG SAM KAI (SAM KUAN TAI TE)
Sembahyang Sam Kai dilakukan sehari sebelum pesta pernikahan sebagai wujud permohonan izin dan doa restu kepada Tian (Tuhan).
Manifestasi Sam Kuan Tai Te:
- Paduka Penguasa Langit
- Paduka Penguasa Bumi
- Paduka Penguasa Makhluk / Manusia
Ketentuan Upacara:
- Lokasi Altar: Diletakkan di depan pintu rumah menghadap ke langit terbuka. Meja altar dipasang lebih tinggi dibanding meja altar Buddha, Kongco/Makco, Sinbeng/Posat, maupun Altar Leluhur.
- Persembahan: Buah-buahan segar (delima, srikaya, jeruk, apel), bunga segar, lilin, hiolo, dan hio.
- Sajian Cangkir: Berisi Teh / Arak / Air Putih sebagai lambang keselarasan Tian Di Ren (Langit, Bumi, dan Manusia).
- Altar baru dirapikan/diangkat setelah seluruh rangkaian pesta pernikahan selesai.
5. TEH PAI (PENGHORMATAN MINUM TEH)
Prosesi Teh Pai dilakukan menjelang pesta pernikahan dimulai sebagai tanda penghormatan dan permohonan doa restu mempelai kepada orang tua serta kerabat yang lebih tua.
Contoh Interaksi & Dialog (Opsional):
- Mempelai:
"Ncek [Nama] dan Ncim [Nama], terima kasih banyak sudah hadir hari ini untuk ikut Teh Pai. Mohon doa restunya, saya ingin membina rumah tangga dengan [Nama Pasangan]. Mohon bimbingannya agar kami bisa membangun keluarga yang harmonis sampai kakek-nenek."
- Ncek / Ncim (Kerabat Tua):
"Sama-sama. Semoga kalian berdua selalu bahagia. Kamu harus menjadi suami yang sabar, penuh pengertian, dan tidak mau menang sendiri. Harus rajin bekerja, hormat serta respek kepada mertua. Jangan keras kepala (awban), jangan suka berjudi (tu pok kwi), dan jangan membuang uang sembarangan. Selamat ya! Kionghie... Kionghie..."
Tata Cara Penutupan Teh Pai:
- Kerabat menerima dan meminum gelas teh yang disajikan mempelai.
- Kerabat memberikan nasehat, doa restu, serta menyerahkan Angpao atau Perhiasan Emas di atas nampan teh.
admin

