PERSEMBAHYANGAN KELUARGA TRIDHARMA

Setidaknya ada 3 macam persembahyangan besar yang acap kali dilaksanakan…

Setidaknya ada 3 macam persembahyangan besar yang acap kali dilaksanakan oleh umat Tridharma (Sam Kauw) yaitu :

  1. Sin Cia / Xing Nien / Guo Nien / Ko Nyan
  2. Ceng Beng / Qing Ming
  3. Cit Gwe / Qi Yue antara tanggal 01 - 14

Pada era kekinian karena situasi tertentu maka ke 3 macam persembahyangan tersebut dilaksanakan tidak pas tepat pada hari / tanggalnya tapi fleksible mundur atau maju sekitar 10 hari.

Menu persembahan altar meja abu juga biasanya disesuaikan dengan daerah dimana komunitas keluarga berdomisili sehingga tidak ada menu altar yang seragam sama di semua daerah.
Yang paling diutamakan dalam menyediakan menu persembahan di altar meja abu leluhur adalah :
✓
Bukan rasanya
Bukan mewahnya
Bukan mahalnya
Tetapi rasa tulus, ikhlas dan bakti yang dihaturkan kepada alm / almh
✓
Menu persembahan altar tersebut bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, antara satu keluarga dengan keluarga lainnya. Silahkan saja disesuaikan atas kesepakatan keluarga.
✓
Menu persembahan altar tersebut bukan utk dimakan oleh alm / almh dengan cara sari nya disedot oleh alm/almh.
Jadi kalo makanan / minuman tersebut rasanya sudah berbeda ya tentu pasti karena sudah dingin di altar bercampur dengan aroma hio / dupa / lilin.
✓
Menggunakan 2 batang hio warna merah sehingga simbol Yin dan Yang (Im dan Yang) bahwa alm / almh adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan.
Selama masa berkabung pake Hio batang Hijau.
Kalo Sembahyang kepada Hud / Posat / Sinbeng (Kongco Makco) maka gunakan 3 batang hio merah sebagai simbol Tien Di Ren / Tian Te Jin (Langit Bumi Mahluk)
Sembahyang kepada Tian / Tikong / Alam Semesta di depan pintu utama maka gunakan hio batang merah sebanyak 1 atau 3 atau 9.
✓
Siu Kim / Kim Coa (Kertas Emas) / Tua Kim (Kertas Emas besar) dibakar secukupnya sebagai pertanda upacara selesai dan dipersembahkan kpeda Dewa Bumi / To Te Kong / Te Cu Kong / Tu Ti Pa Kung.
Setelah itu bakar Gin Coa (Kertas Perak) secukupnya Juga sebagai pertanda bahwa Upacara Setelah selesai.
Terakhir : sisa pembakaran Kim Coa dan Gin Coa tersebut disiram dengan semangkok air Rebusan Daun Seledri / Kua Cai berakar dari meja Abu Leluhur tersebut.
✓
Semua persembahan makanan di altar adalah makanan utk manusia yang akan dimakan oleh anggota keluarga yang datang bersembahyang sebagai simbol :
CIA PENG AN
Jadi kita bukan menyantap makanan bekas setan karena alm / almh itu bukan setan terlantar yang kelaparan

MEJA ABU LELUHUR
Meja abu leluhur adalah meja sembahyang kepada alm/almh yang biasanya berada di :

  1. Rumah Tua / Orang Tua / keluarga besar
  2. Atau Anak Lelaki tertua
  3. Atau anak lelaki yang masih ada dan berkenan mengemban tugas keluarga
  4. Anak perempuan yang sudah berkeluarga biasanya punya tanggung jawab mengurus meja abu leluhur dari pihak suami.

Persembahyangan di meja abu leluhur biasanya dilaksanakan setiap :

  1. Ce it (Cu Yi) / tanggal 01 / bulan tilem (gelap)
  2. Cap Go (Shi Wu) / tanggal 15 / bulan purnama (terang)
  3. Cue Ki (Hari Meninggal) selama masa berkabung saja. Hari Pertama meninggal adalah hari pemakaman / kremasi.
  4. Sin Cia / Xing Nien / Guo Nien

Ceng Beng / Qing Ming
Cit Gwe / Qi Yue (tgl 01 - 14)

  1. Bagi yang berkenan maka boleh bersembahyang setiap hari ( pagi dan malam) + saat-saat khusus tertentu sesuai kebutuhan keluarga

FUNGSI MEJA ABU LELUHUR

  1. Sarana Curhat dan komunikasi keluarga kepada alm/almh sehingga dapat mengobati kerinduan dan mengurangi Luka batin / Luka jiwa.
  2. Sarana mengenang alm / almh sebagai pengganti album kenangan (foto album / video / Twitter / WA / IG / Facebook etc)
  3. Sarana penghormatan akan Nilai-Nilai Kebaikan alm / almh dan meneruskan Etika dan Nilai Kebaikan tersebut kepada keluarga.
    4.Sarana mengenang budi baik dan jasa alm / almh sehingga kita dapat mendoakannya agar senantiasa berada di alam yang baik dan terang sekaligus mendapatkan kebahagiaan.
  4. Menyalurkan jasa kebaikan dan berbagi kebahagiaan yang telah kita lakukan kepada alm / almh dengan harapan semoga alm / almh berbahagia dimanapun berada.
  5. Sarana kerukunan keluarga yang masih hidup dengan makan bersama eks persembahan altar meja Abu Leluhur tersebut.

Bagi keluarga yang tidak memiliki altar meja Abu Leluhur secara permanen maka dapat melakukan nya secara darurat sederhana dengan membuat meja abu seadanya di ruang tengah keluarga sehingga 3 macam persembahyangan tersebut dapat dilaksanakan.

Khusus Hari Raya Ceng Beng / Qing Ming maka biasanya dilaksanakan di area :
✓ Pemakaman
✓ Krematorium / Rumah Abu
✓ Pantai / Pinggir Sungai terdekat

Namun bila sikon tidak memungkin maka dapat juga dilaksanakan secara sederhana di rumah anak Lelaki tertua atau anak lelaki.
Atau juga di rumah masing-masing keluarga tanpa mengurangi rasa bakti yang tulus ikhlas.

Ke semua acara Persembahyangan tersebut dilaksanakan / dilakukan oleh anggota keluarga sendiri dan tidak perlu memanggil bantuan dari Rohaniwan (Pemuka Agama).

Tiga macam persembahyangan tersebut :
Dilakukan oleh keluarga sendiri.
Dari keluarga sendiri.
Untuk keluarga sendiri.

🙏🙏🙏
Admin