Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
SENG BO KIONG
SEN MU QIONG
Seng Bo Kiong terletak di Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
KOTA BITUNG
Nama Kota Bitung di Sulawesi Utara mungkin belum dikenal banyak orang.
Tapi siapa sangka di kota tersebut tersimpan kelenteng terbesar di timur Indonesia, Seng Bo Kiong namanya.
Klenteng ini berada di Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Madidir, atau sekitar 3 km dari pusat Kota Bitung.
UMAT TRIDHARMA
Di sana,
klenteng ini merupakan rumah ibadah Tionghoa setempat ( umat Buddha, Khong Hu Cu dan Tao ).
Karena memiliki arsitektur yang indah dan area yang luas, pengunjung yang datang ternyata bukan cuma etnis Tionghoa.
Sebagian dari pengunjung juga berasal dari masyarakat umum yang ingin mengagumi keindahan bangunan yang kental dengan arsitektur oriental.
DIBANGUN TAHUN 1999 - 2000
Klenteng tiga lantai yang dibangun tahun 1999 / 2000 ini ikonik dengan arsitektur naga, altar Dewi Samudera ( Dewi Pelindung Lautan & Pelaut ) / Tian Sian Seng Bo / Tian Sang Sen Mu / Mazu / Macopo dan menjadi pusat perayaan Cap Go Meh.
Seng Bo Kiong menghadap Selat Lembeh, sekitar 2,5 km dari pusat kota / pelabuhan
ORNAMEN INDAH
Seng Bo Kiong memiliki ornamen naga yang megah di pilar dan atap, serta sepasang harimau putih di halaman.
Tempat ibadah utama umat Tridharma dan pusat perayaan budaya Tionghoa ( Sin Cia / Tahun Baru Im Yang Lek & Cap Go Meh ) di Kota Bitung.
Ramai dikunjungi saat ritual keagamaan dan sering menjadi lokasi foto karena keindahan arsitekturnya.
Biasanya,
Seng Bo Kiong mengadakan perayaan besar untuk menyambut Cap Go Meh (Goan Siau) dan Sejid Mazu / Macopo / Dewi Samudera ( Dewi Pelindung Lautan & Pelaut ) pada tgl 23 bulan 3 Penanggalan Im Yang Lek / Lunisolar Calender.
RIWAYAT
TIAN SANG SENG BO /
TIAN SANG SEN MU /
MAZU / MACOPO /
DEWI SAMUDERA /
DEWI LAUTAN / DEWI PELINDUNG PELAUT
Dewi Mazu (Lin Mo Niang) adalah dewi pelindung laut dalam kepercayaan Tionghoa, yang diyakini berasal dari seorang wanita manusia suci di Fujian, Tiong kok, pada abad ke-10.
Dikenal karena kecerdasan, kemampuan berenang, dan tindakannya menolong nelayan,
ia naik ke langit menjadi dewi setelah meninggal.
Berikut adalah poin-poin penting dalam riwayatnya:
Asal-usul:
Lahir dengan nama Lin Mo Niang ( 林 默 娘 ) di Pulau Meizhou, Fujian, pada tgl 23 bulan 3 Im Yang Lek thn 960 M
Sejak kecil dikenal sangat cerdas, mahir berenang, dan rajin beribadah.
Kekuatan Ajaib:
Diyakini memiliki kemampuan meramal cuaca dan menolong nelayan yang karam di laut.
Kematian dan menjadi Dewi:
Menurut legenda, ia naik ke langit di usia 28 tahun.
Pada tahun 987 M tgl 9 bulan 9 Im Yang Lek beliau dinobatkan sebagai dewi pelindung, ditandai dengan awan berwarna-warni di langit.
Penghormatan:
Dikenal sebagai Tian Shang Sheng Mu (Permaisuri Langit) atau Mazu, ia dipuja luas di pesisir Tiongkok, Taiwan, dan Asia Tenggara.
Mazu sangat dihormati oleh komunitas nelayan dan pelaut karena ia diyakini memberkati keselamatan saat berlayar.
Beliau dikenal sebagai :
- Tian Shang Sheng Mu ( dialek Mandarin )
- Tian Sang Seng Bo ( dialek Hokkian )
- Tin Hau / Ratu Surgawi ( dialek Kanton )
- Ma Zu ( dialek Mandarin )
- Ma Co Po / Nenek Buyut ( dialek Hokkian )
- Bunda Suci Langit
- Putri Langit
- Permaisuri Surgawi
- Dewi Samudera
- Dewi Pelindung Laut ( Pelaut & Nelayan )
- Terlahir dengan nama : Lin Mo Niang / Lim Bik Nio
- Nama keluarga = Lin / Lim
- Nama = Mo / Bik = Diam ; Niang / Nio = Putri = Nona
- Mo Niang / Bik Nio = Putri Pendiam
- Sejid kelahiran : tgl 23 bln 3 Im Yang Lek thn 960 M. Lahir di Pulau Meizhou. Fujian. Zaman Dinasti Song
- Sejid Mencapai Kesempurnaan : tgl 9 bln 9 Im Yang Lek thn 987 M
Mazu ( Macopo ) banyak dipuja oleh umat Buddha Mahayana / Khong Hu Cu / Tao.
Tx
🙏🙏🙏
Ms
Tks
🙏🙏🙏
Admin

