TATUNG / TANGSIN / TANGKI

Merawat EtikaMenjaga BudayaMenghormat Leluhur TATUNG / TANGSIN / TANGKI Tatung…

Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur

TATUNG / TANGSIN / TANGKI

Tatung atau tangsin / tangki adalah seseorang yang raga atau tubuhnya menjadi medium atau perantara untuk dirasuki oleh roh dewa, leluhur, atau mahluk spiritual tertentu dalam budaya Tionghoa.

Budaya Tatung tidak hanya ada pada grup Hakka, tetapi pada dasarnya merupakan budaya tradisional Tionghoa, cuma masing-masing punya istilah yang berbeda menurut daerahnya.

SINGKAWANG

Ritual Tatung Singkawang lebih dikenal karena diselenggarakan secara besar-besaran dalam Festival Cap Go Meh di mana program ini sudah masuk dalam agenda pariwisata nasional.

TATUNG / TANGKI

Ada beberapa versi tentang asal usul kata Tatung / Tangki di antaranya :

Kata tatung adalah serapan dari kata ta-thung ( 打 童 ) yang digunakan oleh orang Hakka di Kalimantan Barat.

Kata lainnya yang digunakan adalah cho-ki, lo-ya atau thung-ki.

Di wilayah Bangka Belitung mengenal istilah thai-pak atau lok-thung.

Kata dasar thung ( 童 ) memiliki etimologi pertama yaitu "anak ( lelaki ), pelayan, perjaka", yang kedua adalah "dukun" ( tokoh spiritual yang menjembatani antara dewa dan manusia ).

MASYARAKAT TIONGHOA

Menggunakan jasa tatung untuk berinteraksi dengan dewa-dewa misalnya :

  • untuk mengucapkan syukur atau
  • meminta berkah,
  • membersihkan lingkungan dari arwah jahat ( tolak bala ) dan
  • memberikan perlindungan, kemakmuran dan kesehatan untuk komunitas lokal.

Dalam melakukan tugasnya, tatung seperti kehilangan kesadaran karena dimasuki oleh dewa.

Untuk menampakkan keberadaan dewa dalam tubuhnya, mereka menusukkan benda-benda yang tajam dengan belati atau sengaja melukai lidah untuk diambil darahnya, tapi mereka sama sekali tidak merasakan kesakitan.

TANGKI / TANGSIN

Dalam budaya Min Nan, dinamakan tang-ki ( 童 乩 ) atau tang-sin ( 童 神 ).

Tang-ki atau tang-sin bisa juga disaksikan di berbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta dan Bogor atau Manado.

Sementara tangsin secara harfiah berasal dari kata tang ( raga/tubuh ) dan sin ( roh ).

Mereka dipercaya menjadi pelindung masyarakat, pembawa moralitas, serta sarana untuk menolak bala, mengusir roh jahat, atau membersihkan suatu wilayah dari wabah penyakit.

PERAYAAN CAP GO MEH

Tradisi ini sangat terkenal dan menjadi puncak perayaan Cap Go Meh, terutama di kota Singkawang, Kalimantan Barat, serta beberapa daerah lain di Indonesia.

ATRAKSI EKSTREM

Dalam kondisi trans atau tidak sadarkan diri secara penuh, seorang tatung sering kali melakukan atraksi kebal yang tampaknya di luar batas normal, seperti menusuk bagian tubuh atau menahan rasa sakit.

PERSIAPAN RITUAL

Sebelum tampil, mereka wajib menyucikan diri melalui ritual khusus, seperti berpuasa dan menjaga pantangan tertentu.

Tks
🙏🙏🙏
Admin