Ajaran Tridharma (Buddha, Khong Hu Cu, Tao) bukan Agama Samawi/Wahyu atau Abrahamik, yaitu agama yang diwahyukan oleh Tuhan kepada nabi-Nya berikut kitab suci yang diwahyukan.
Hyang Buddha Sakyamuni, Khong Hu Cu / Kongzi, dan Laozi mendapat pencerahan atas usaha sendiri, lalu membabarkan ajaran untuk kebahagiaan manusia.
Kitab suci ketiga ajaran tersebut juga ditulis oleh para siswa / murid utama setelah kehidupan Guru Agung (Buddha Sakyamuni, Khong Hu Cu / Kongzi) tersebut. Sedangkan Kitab Dao De Jing / To Te Keng ditulis sendiri oleh Laozi / Lo Cu.
Ajaran Buddha bersumber pada kitab Tripitaka. Ajaran Khong Hu Cu / Kongzi bersumber pada kitab Shi Shu dan Wu Jing (Su Si dan Ngo Keng). Ajaran Tao bersumber pada kitab Dao De Jing (To Tek Keng).
Pengertian Tuhan dalam pengertian Ajaran Tridharma tentu saja punya konsep dasar yang beda dengan Agama Samawi (Wahyu) / Abrahamik.
Pengertian Tuhan dalam Ajaran Tridharma itu punya pengertian yang sama / mirip / serupa / sebangun, yaitu bahwa Tuhan tidak dapat dipersonifikasikan secara personal dengan sifat-sifat manusiawi yang Maha Segalanya, yang mengatur segalanya, dan semua tergantung kepada-Nya.
Pengertian Tuhan dalam Tridharma itu:
- Esa / Tunggal
- Sumber kehidupan
- Lebih kecil dari yang terkecil
- Lebih besar dari yang terbesar
- Tuhan terdapat dalam semua benda dan makhluk
- Tidak dapat dilihat / dipegang / digambarkan / diwujudkan
- Hanya bisa dirasakan dan diselami / dihayati
- Tidak terbatas
- Tidak ada nama yang pas / cocok yang bisa diberikan
- Semakin dibicarakan semakin kita tidak tahu
- Dll.
Sembahyang Besar kepada Tuhan / Tian / Tikong biasanya dilakukan pada Cia Gwe Ce Kauw dan saat malam hari hendak menikahkan putra-putri.
Tentu saja setiap Ce It dan Cap Go + sembahyang di kelenteng, maka harus terlebih dahulu Sembahyang Tuhan / Tian / Tikong.
Mau Sembahyang Tuhan / Tian / Tikong setiap hari juga tidak apa-apa.
Manusia yang bodoh tetap berusaha membayangkan tentang Tuhan sehingga pada akhirnya terpaksa disebut dengan nama Tuhan / Tian / Tikong / Tao / Shang Di.
Dalam konsep Agama Buddha disebut sebagai Atthi Ajatam Abutam Asamkhatam atau Tathagatagarbha (Rahim Tathagata) atau Sunyata atau Sanghyang Adi Buddha.
Bagi umat Tridharma, perwujudan pemuliaan kepada Tuhan dilakukan dengan bersembahyang di muka teras pintu utama atau Hiolo Pertama tanpa wujud / Rupang di halaman muka teras wihara / kelenteng.
Terus biasanya Hiolo Kedua di banyak kelenteng adalah Altar Sam Kuan Tay Te (San Guan Da Di), yaitu simbol dari Tuhan / Tian yang digambarkan sebagai:
- Tian Kuan Tay Te (Penguasa Langit)
- Te Kuan Tay Te (Penguasa Bumi)
- Sui Kuan Tay Te (Penguasa Air)
Di daerah tertentu Tuhan / Tikong / Tian juga dimanifestasikan sebagai Yi Huang Da Di / Kaisar Pualam / Kaisar Giok.
Bersembahyang dengan 3 batang hio merah sebagai lambang dari:
- Tian / Langit
- Te / Di / Bumi
- Jin / Ren / Makhluk
Jadi apa fungsi Tuhan? Semua berasal dari Tuhan dan pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan.
Tuhan menciptakan Hukum Tuhan (Tian Li) dan Hukum Karma, terus selanjutnya dunia dan alam semesta beserta isinya bekerja sesuai dengan Tian Li dan Hukum Karma.
Jadi Tuhan itu adalah Causa Prima sekaligus Causa Final.
Dalam kehidupan di alam semesta, Tuhan tidak lagi campur tangan urusan manusia. Selanjutnya yang bekerja adalah Tian Li dan Hukum Karma.
Tiga batang hio merah tersebut juga biasa digunakan untuk bersembahyang kepada:
- Para Buddha
- Para Bodhisatva
- Para Sinbeng (Kongco Makco) atau para dewa-dewi
Kalau hio batang hijau biasanya digunakan untuk upacara duka (bersembahyang kepada alm./almh. yang masih dalam masa berkabung).
Bingung ya?
Itu karena selama ini kita banyak terpengaruh dengan konsep Tuhan dari Agama Samawi / Abrahamik.
Pelan-pelan coba belajar memahami.
Jujur... Makin didiskusikan saya juga makin tidak tahu. Anda juga berhak untuk beda pendapat.
🙏🙏🙏
Admin

