Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
VASUBANDHU
Bhikshu Vasubandhu adalah salah satu filsuf, bhikshu, dan cendekiawan Buddhis paling berpengaruh asal India yang hidup sekitar abad ke-4 hingga ke-5 Masehi, pada masa kekaisaran Gupta.
Ia dikenal luas karena kontribusi besarnya dalam merumuskan doktrin-doktrin penting, baik dalam tradisi Buddhis awal maupun Mahayana.
Bhikshu Vasubandhu lahir dalam keluarga brahmana di Purusapura (sekarang Peshawar, Pakistan), wilayah kuno Gandhara.
Ia merupakan adik dari Asanga, yang juga merupakan tokoh besar dalam Buddhisme.
DUA FASE KEAGAMAAN
FASE AWAL
( HINAYANA / SRAVAKAYANA )
Pada mulanya, ia menolak ajaran Mahayana.
Ia menumpahkan pemikirannya untuk mendalami mazhab Sarvastivada ( Vaibhasika ) dan Sautrantika.
Pada masa inilah ia menulis karya monumentalnya, Abhidharmakosha ( Treasury of Abhidharma ), sebuah risalah yang hingga hari ini menjadi panduan utama studi psikologi dan kosmologi Buddha di Asia Timur dan Tibet.
FASE MAHAYANA
Atas pengaruh dan bimbingan kakaknya, Asanga, Vasubandhu akhirnya beralih ke tradisi Mahayana.
Bersama Asanga, ia menjadi pelopor utama pendiri Mazhab Yogacara ( Mind-Only / Cittamatra ), sebuah mazhab filsafat yang berfokus pada analisis mendalam terhadap sifat kesadaran dan realitas pikiran.
KARYA POPULER
Selain Abhidharmakosha, karya penting lainnya setelah ia beralih ke Mahayana meliputi Vimsatika ( Dua Puluh Bait ) dan Trimsika ( Tiga Puluh Bait ) yang merumuskan metafisika Yogacara.
ESENSI
Esensi ajaran Bhikshu Vasubandhu (abad ke-4 hingga ke-5 M) berpusat pada filsafat Yogacara-Vijnanavada, yang sering dikenal sebagai doktrin Citta-matra (Hanya-Pikiran) atau Vijnapti-matra (Hanya-Kesadaran).
Secara garis besar, esensi ajaran beliau terbagi ke dalam tiga pilar filosofis utama:
- Citta-mātra / Vijnapti-mātra ( Hanya-Pikiran atau Hanya-Kesadaran ). Vasubandhu mengajarkan bahwa objek-objek eksternal yang kita persepsikan di dunia ini tidak memiliki realitas independen di luar pikiran kita. Segala fenomena dan dunia fisik yang kita alami hanyalah manifestasi atau proyeksi mental dari kesadaran kita sendiri. Melalui untaian kalimat ringkas dalam instruksi esensialnya, ia menyimpulkan bahwa konsep kedirian atau ego manusia hanyalah berupa bentukan pikiran ("you are just a thought").
- Konsep Delapan Kesadaran (Eight Consciousnesses)Untuk menjelaskan bagaimana realitas mental ini bekerja dan mengatasi penderitaan ( samsara ), Vasubandhu merinci kesadaran manusia menjadi delapan lapisan: 6 Kesadaran Indra: Kesadaran mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran kortikal ( manovijnana ).Kesadaran Ego ( Manas ): Pusat kesadaran yang terus-menerus melekat pada ilusi dualitas dan keakuan (self).Kesadaran Gudang ( Alaya-vijnana ): Lapisan kesadaran terdalam yang menyimpan semua "benih" ( bija ) dari karma atau perbuatan masa lalu. Benih-benih inilah yang nantinya matang dan memproyeksikan pengalaman hidup kita saat ini.
- Ajaran Tiga Hakikat Realitas ( Trisvabhava ). Di dalam kitabnya Trisvabhava-nirdesa ( Tiga Hakikat ), Vasubandhu membagi cara makhluk hidup memandang dan mengalami realitas menjadi tiga tingkatan: Hakikat Khayalan ( Parikalpita-svabhava ): Realitas sehari-hari yang penuh ilusi, di mana kita secara keliru membagi dunia menjadi dualitas "subjek" ( saya ) dan "objek" ( benda di luar saya ). Hakikat Ketergantungan ( Paratantra-svabhava ): Realitas yang muncul karena hukum sebab-akibat yang saling bergantungan ( dependent origination ); proses kausal yang memunculkan persepsi kita.Hakikat Mutlak / Kesempurnaan ( Parinispanna-svabhava ): Realitas sejati atau kondisi tercerahkan, di mana kita berhasil melihat menembus ilusi dualitas dan menyadari kesunyatan ( kekosongan ) bahwa subjek dan objek adalah satu kesatuan yang tidak terpisah.Tujuan akhir dari esensi ajaran Vasubandhu adalah memurnikan aliran kesadaran dari kekotoran batin ( klesha ) melalui praktik meditasi yogis, sehingga kesadaran biasa ( vijnana ) bertransformasi menjadi kebijaksanaan langsung yang tanpa sekat ( jnana ) demi mencapai Nirvana.
Reputasi:
Ia dihormati sebagai master debat ulung yang pernah memenangkan perdebatan besar di istana kerajaan.
Di berbagai tradisi Buddhis ( seperti Zen/Chan dan Buddhisme Tibet ), ia juga dihormati sebagai seorang Bodhisatva karena pengabdiannya dalam menyebarkan Dharma.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

