Merawat Etika
Menjaga Budaya
Menghormat Leluhur
VIHARA DHARMA BHAKTI
BANDA ACEH
Vihara Dharma Bhakti di Banda Aceh adalah vihara tertua di Banda Aceh yang berdiri sejak tahun 1878 dan awalnya berlokasi di kawasan pesisir Pantai Cermin, Ulee Lheue.
KLENTENG TA PE KONG
Vihara Dharma Bhakti di Banda Aceh sebelumnya bernama Klenteng Ta Pek Kong.
Akibat berkecamuknya perang dunia yang membuat bangunan pertamanya hancur terkena bom, vihara ini akhirnya dipindahkan ke kawasan Pecinan Peunayong pada tahun 1936.
Saat pemindahan ke Peunayong inilah bangunan tersebut didirikan dengan nama Ta Pek Kong, yang diambil dari nama salah satu dewa, sebelum akhirnya dikenal sebagai Vihara Dharma Bhakti seperti sekarang.
Vihara ini dibangun sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi para pedagang serta warga etnis Tionghoa yang datang dan menetap di Banda Aceh sejak masa lampau.
Relokasi akibat Perang Dunia II (1936) pada masa Perang Dunia II berkecamuk, lokasi awal vihara di Ulee Lheue dinilai tidak aman dan sempat hancur akibat terkena bom Sekutu.
1936 PINDAH KE PEUNAYONG
Pada tahun 1936, bangunan vihara dipindahkan ke kawasan pecinan di Peunayong, Banda Aceh ( kini berlokasi di Jalan T. Panglima Polem ) agar lebih aman.
Pemugaran dan Perkembangan bangunan awal di Peunayong dulunya sangat sederhana berupa rumah kayu beratap seng.
RENOVASI TOTAL
Setelah tahun 1960, wihara ini direnovasi total dan dibangun menggunakan bahan beton yang lebih kokoh oleh seorang warga etnis Tionghoa bernama Fung Chung Ming.
SIMBOL KERUKUNAN
BeragamaTerletak di kawasan Peunayong yang berdampingan dengan tempat ibadah agama lain, vihara ini menjadi saksi hidup harmoni dan toleransi beragama di Banda Aceh.
Hingga kini, Vihara Dharma Bhakti masih berdiri kokoh dengan ciri khas arsitektur Tionghoa berornamen patung naga di bagian atapnya.
KEGIATAN
Kegiatan utama di Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh meliputi kegiatan ibadah rutin umat Buddha serta perayaan hari besar keagamaan.
Kegiatan Ibadah Rutin Kebaktian Umum dilaksanakan setiap hari Kamis malam pukul 19.30 WIB.
Kebaktian Muda-Mudi diadakan setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB.
Kebaktian Sekolah Minggu Buddhis (SMB) dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 11.30 WIB untuk anak-anak.
Perayaan Hari Besar Keagamaan Tahun Baru Im Yang Lek menjadi pusat perayaan dan tempat ibadah warga etnis Tionghoa di Banda Aceh untuk melakukan ritual sembahyang, membakar dupa dan lilin, serta mengucap syukur.
Perayaan ini juga kerap dimeriahkan dengan atraksi barongsai dalam nuansa toleransi yang erat di kawasan Peunayong.
JILBAB
Umat Buddha atau perempuan non-Muslim di Banda Aceh tidak wajib memakai jilbab secara hukum.
Aturan Resmi Syariat Islam
Aturan kewajiban memakai busana Muslim dan jilbab di Banda Aceh hanya berlaku bagi penduduk atau tamu yang beragama Islam.
Pemerintah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nangroe Aceh Darussalam menegaskan bahwa penganut agama lain tidak diwajibkan mengenakan jilbab.
Perempuan non-Muslim hanya dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Kondisi di Lapangan.
Sebagian besar perempuan non-Muslim di Banda Aceh bebas memilih untuk tidak memakai jilbab dalam aktivitas sehari-hari, sekolah, atau kuliah.
Beberapa individu kadang memilih mengenakan jilbab atas kemauan sendiri untuk kenyamanan sosial atau beradaptasi dengan lingkungan mayoritas, tetapi hal ini bukan sebuah paksaan.
Walaupun aturan resmi tidak mewajibkan, kesalahpahaman atau teguran sosial di ruang publik terkadang masih terjadi dari pihak tertentu yang belum sepenuhnya memahami aturan bagi non-Muslim.
Tks
🙏🙏🙏
Admin

