Wang Pu, yang juga dikenal sebagai Wang Weiyuan, adalah seorang anak yang sangat berbakti selama Periode Tiga Kerajaan. Semasa hidupnya, ibunya memiliki rasa takut yang mendalam terhadap suara guntur. Setiap kali awan gelap menyelimuti langit dan badai akan tiba, Wang Pu akan segera berada di sisi ibunya untuk menenangkan ketakutannya, karena sang ibu akan merasa sangat cemas jika putranya tidak berada di dekatnya.
Setelah ibunya meninggal dunia dan dimakamkan, pengabdian Wang Pu tidak berhenti. Setiap kali badai mendekat dan petir menyambar, ia akan berlari menuju makam ibunya. Dengan air mata yang mengalir di pipinya, ia akan berlutut di samping batu nisan sang ibu dan berseru, "Jangan takut, Ibu, putramu ada di dekatmu!" Ia akan terus berada di sekitar makam selama badai berlangsung, seolah-olah ibunya masih hidup, demi melindungi dan menenangkan jiwa sang ibu.
Pesan moral:
Kasih sayang kepada orang tua tetap hidup dan abadi, meskipun mereka telah tiada.
Wang Pou Menangisi Makam Ibunya Saat Guntur

