Wu Meng berasal dari keluarga yang hidup dalam kekurangan hingga tidak memiliki kelambu untuk tidur. Saat musim panas tiba, nyamuk-nyamuk berkembang biak dan memenuhi rumah mereka.
Khawatir orang tuanya tidak dapat beristirahat dengan nyenyak, Wu Meng memutuskan untuk duduk diam di samping tempat tidur setiap malam. Ia membiarkan nyamuk-nyamuk itu mengerubungi dan menggigit tubuhnya tanpa sedikit pun mengusir mereka, dengan harapan para nyamuk tersebut menjadi kenyang dan tidak lagi mengganggu orang tuanya.
Pesan Moral:
Berbakti adalah tentang mendahulukan kenyamanan dan kesejahteraan orang tua di atas kepentingan diri sendiri.
Dalam pandangan modern, kisah ini dipahami sebagai simbol pengorbanan dan perhatian, bukan untuk ditiru secara harfiah.


