Zhong You, atau yang lebih dikenal sebagai Zi Lu, adalah seorang pemuda dari masa Dinasti Zhou yang sangat menjunjung tinggi bakti kepada orang tua. Terlahir dari keluarga yang serba kekurangan, ia harus berjuang keras mencari sayur dan akar-akaran di ladang demi menyambung hidup. Ketulusannya begitu luar biasa; demi memastikan orang tuanya bisa makan dengan layak, ia rela menempuh perjalanan berbahaya sejauh ratusan mil ke negeri tetangga setiap minggu untuk mencari kerja. Dengan tubuh lelah, ia akan memikul beban beras di punggungnya, berlari kembali ke rumah, dan memasak makanan bergizi bagi orang tuanya dengan penuh sukacita.
Setelah kedua orang tuanya tiada, nasib Zi Lu berubah drastis ketika ia merantau ke Negeri Chu. Berkat karakter dan kepintarannya, ia diangkat menjadi pejabat tinggi yang disegani. Ia pun hidup dalam kemewahan yang diimpikan banyak orang: dikelilingi harta melimpah, hidangan lezat, dan kawalan seratus kereta. Namun, di balik segala kemegahan dan kehormatan tersebut, hati Zi Lu justru terasa hampa dan hambar. Ia menyadari bahwa pencapaian duniawi yang ia raih tidak memiliki makna jika ia tidak lagi memiliki kesempatan untuk melayani ayah dan ibunya.
Dalam kesendiriannya, Zi Lu sering merindukan masa-masa sulit saat ia hidup sederhana namun masih bisa berbakti kepada orang tuanya. Ia sering menghela napas, menyadari bahwa harta dan kekuasaan tidak akan pernah bisa menggantikan waktu yang telah hilang. Kisah Zi Lu menjadi pengingat abadi bagi kita semua bahwa berbakti kepada orang tua adalah sebuah kehormatan yang tak ternilai, dan kesempatan untuk melakukannya hanyalah sementara. Jangan sampai kita menyesal ketika waktu itu telah berlalu, karena saat orang tua telah tiada, tidak ada lagi kekayaan duniawi yang dapat membeli kesempatan untuk melayani mereka kembali.
Pesan Moral:
Hargailah setiap kesempatan untuk berbakti selagi mereka masih ada, karena waktu bersama mereka adalah harta yang tak ternilai.


